nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

9 Tren Pengasuhan Anak yang Cocok untuk Orangtua Milenial di 2020

Annisa Ratna Setiawati, Jurnalis · Rabu 08 Januari 2020 20:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 08 196 2150802 9-tren-pengasuhan-anak-yang-cocok-untuk-orangtua-milenial-di-2020-uSV3B50yR5.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MENDIDIK anak di zaman sekarang, membuat orangtua milenial harus menguras banyak energi. Ada banyak gaya pengasuhan yang menjadi tren di 2020.

Orangtua milenial pasti menginginkan gaya pengasuhan modern, karena mudah mendukung tumbuh kembang anak. Tapi Anda juga perlu mempertimbangkan semua demi kebaikan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.

Dilansir Okezone dari SCMP, ada banyak tren pengasuhan anak yang bisa diterapkan atau bahkan dihindari oleh orangtua milenial di 2020. Berikut ulasannya lebih lanjut, yang bisa Anda simak.

1. Kebiasaan merawat diri

orangtua

Orang-orang di Amerika Serikat menerapkan banyak ritual perawatan diri untuk menghilangkan stres dengan cara mewah. Maka di 2020 bisa menjadi awal yang baik untuk orangtua, supaya bisa merawat diri sendiri dengan baik. Caranya mulai dari menjalani kesenangan hidup yang sederhana. Dengan begitu, Anda bisa lebih menyeimbangkan antara beban di rumah dan waktu untuk bersantai.

2. Netral gender

Akhir-akhir ini, terdapat pola asuh netral gender yang sedang tren dan banyak diperbincangkan oleh masyarakat. Pola asuh ini tidak memperkenalkan konsep gender kepada anak-anaknya. Karena dengan adanya konsep gender, hanya membuat deskriminasi antara laki-laki dan perempuan.

3. Beranjak dari tren media sosial

Ketika Anda melihat feed Instagram, sangat mudah bagi Anda untuk masuk ke dalamnya dan perbandingan pola asuh setiap keluarga. Misalnya, melihat keluarga lain yang menikmati liburan, sementara Anda terjebak dengan balita yang rewel setiap harinya. Hal ini bisa saja mempengaruhi emosi dan semangat.

Meskipun sulit untuk tidak mengalami FOMO (Fear Of Missing Out) atau takut tertinggal, Anda harus mengganti ketergantungan media sosial, dengan membuat momen tertentu dengan anak, tanpa terpaku dengan media sosial.

4. Menormalkan kecemasan

Menurut Mashable pada tahun 2019, menjadi sedih dan tertekan tampaknya telah menjadi tren. Semua orang, bahkan anak-anak didorong untuk berbicara secara terbuka tentang kesehatan mental. Sebagai orangtua, Anda bisa melakukan pendekatan secara langsung untuk menormalkan kecemasan, serta beban pikiran dimiliki anak.

5. Waktu bermain

Tren gaya pengasuhan 2020 yang lain adalah pendekatan langsung, yang menyangkut terhadap tingkat kreativitas dan pendidikan. Saat ini, budaya Do It Yourself (DIY) sedang marak berkembang. Bahkan di sekolah, hal ini dimasukkan ke dalam kurikulum mereka. Para orangtua tentu saja harus mengetahui minat dan bakat sang anak, dengan tujuan untuk mengembangkan dan mengontrol apa yang disukai anak.

6. Tren baby blues

Bagi ibu yang baru melahirkan, umumnya timbul kecemasan-kecemasan terutama dengan bentuk badan yang berubah pascapersalinan atau psotpartum. Hal buruk itu disebut dengan baby blues.

Para ibu ada yang mengalami depresi karena baby blue. Nah, di tahun ini Anda harus menghilangkan tren baby blues, dengan melihat sisi positif, menanamkan rasa percaya diri dan cara-cara lainnya.

7. Berusaha ramah lingkungan

Setiap ibu kini mulai berpikir menggunakan produk-produk ramah lingkungan. Mulai dari kosmetik bayi, pakaian, kebutuhan mandi bayi, hingga perlengkapan makan si kecil. Kebiasaan mengenal produk ramah lingkungan memang harus diterapkan setiap orangtua.

Anak pun mulai dikenalkan dengan tren gaya pengasuhan ini. Anda harus menjadi role model dalam mengasuh anak di zaman sekarang, khususnya mengenalkan berbagai kebiasaan yang menyangkut lingkungan.

8. Tren audiobook

Tahun ini audiobook dikatakan lebih populer dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Audiobook dapat membantu dalam mengembangkan pendengaran dan konsentrasi yang penting untuk anak, serta menghadirkan keterampilannya. Menggunakan audiobook juga memungkinkan anak-anak untuk melakukan banyak tugas, sementara orangtua bisa terlibat dalam kegiatan lain.

9. Mengutamakan kesehatan

Banyak orangtua yang tidak ingin mengambil risiko, terlebih lagi jika menyangkut kesehatan pada anak. Misalnya saja di Prancis, orangtua memanfaatkan aplikasi populer untuk menyaring makanan sehari-hari dan barang perawatan pribadi, yang dapat mengandung bahan berbahaya, seperti polutan. Orangtua lebih sadar tentang apa yang mereka berikan untuk anak, sehingga mencari cara untuk meningkatkan kesehatan dan perkembangan otak.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini