nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Chef Juna Bocorkan Tips Pilih Warteg yang Enak di MasterChef Indonesia

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 08 Januari 2020 10:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 08 298 2150509 chef-juna-bocorkan-tips-pilih-warteg-yang-enak-di-masterchef-indonesia-SwGYiUCoJJ.jpg Chef Juna memberi tips di MasterChef Indonesia Season 6 (Foto : MasterChef Indonesia/Youtube)

Chef Juna Rorimpandey membagikan tips memilih warung tegal atau warteg yang menyuguhkan hidangan lezat dan berkualitas. Hal tersebut ia lontarkan secara spontan saat menilai hasil masakan Trendy, kontestan asal Tegal, Jawa Tengah.

Pada episode MasterChef Indonesia (MCI) season 6 pekan lalu, Trendy memang menjadi salah satu kontestan yang masuk dalam babak pressure test. Di babak ini, ketiga juri MCI termasuk Chef Juna Rorimpandey memberikan tantangan masak berbahan dasar jamur.

Meski terdengar mudah, namun pada kenyataannya setiap kontestan menghadapi sejumlah kendala. Bagaimana tidak, mereka harus membuat sebuah hidangan menggunakan 5 jenis jamur yang berbeda.

MasterChef Indonesia

(Foto : MasterChef Indonesia/Youtube)

Pada tantangan kali ini, Trendy nekat membuat hidangan khas warteg yang menjadi salah satu ciri khas kuliner di daerah asalnya. Namun saat memasuki sesi penilaian, presentasi hasil masakan Trendy terlihat jauh berbeda dari menu-menu yang ada di warteg.

Ia membuat olahan udang dengan saus jamur di mana tampilannya justru menyerupai kuliner khas western. Ia memakai cream based sebagai bahan utama saus.

MasterChef Indonesia

(Foto : MasterChef Indonesia/Youtube)

Hal ini sontak menarik perhatian para juri, Chef Juna, Chef Arnol dan Chef Renatta Moeloek. Kebetulan, Chef Renatta menjadi juri pertama yang menilai hasil masakan Trendy.

"Bisa dijelasin ini apa?," tutur Renatta.

"Ini udang dengan saus jamur chef," jawab Trendy dengan raut muka yang gugup.

Renatta kemudian meminta sang kontestan untuk menjelaskan jenis jamur apa saja yang ia gunakan untuk mengolah hidangan tersebut.

"Kamu pakai jamur apa saja," tanya Renatta Moeloek.

"Saya pakai jamur kuping, brown and white shitake, jamur merang, aduh kelalin (lupa) satu lagi apa ya," jawab Trendy.

Chef Renatta

(Foto : MasterChef Indonesia/Youtube)

Setelah mendengar penjelasan tersebut, Renatta langsung mencicipi hasil masakan Trendy yang sekilas terlihat menggugah selera.

Selanjutnya giliran Chef Arnold Poernomo. Bapak satu anak ini hanya melontarkan sebuah pertanyaan singkat, sebelum memberikan penilaian.

Chef Arnold

(Foto : MasterChef Indonesia/Youtube)

"Kenapa pakai udang?" tanya Arnold.

"Biar ada lauknya chef. Makan jamur pake udang gitu," jawab Trendy.

"Ini warteg?," tegas Arnold kembali melemparkan pertanyaan.

"Enggak itu bukan warteg. Beda chef," ujar Trendy.

"Terus?," cecar Arnold sembari melemparkan sorotan mata tajam ke arah Trendy.

"Di warteg jamur cuman ditumis aja," jawab Trendy.

Tak beberapa lama kemudian, Chef Juna Rorimpandey langsung menghujam Trendy dengan sebuah pertanyaan yang menohok.

"Di warteg jamur ditumis saja! Pakai bumbu...," seru Juna.

"Pakai seasoning chef, garam gula, merica, cabai, paling dikasih saus tiram," jawab Trendy

"Kenapa di sini enggak buat itu aja?," tegas Juna.

"Lupa chef enggak kepikiran. Kalau masakan warteg, takutnya chef juna gak suka," timpal Trendy.

Chef Juna

Seolah tersinggung dengan pernyataan Trendy, Juna tiba-tiba membeberkan sebuah fakta menarik tentang warteg. Tak tanggung-tanggung, ia membocorkan rahasia memilih warteg yang enak dan memiliki sajian berkualitas.

"Kamu tahu, kamu bisa tahu orang suka makan warteg apa enggak dari pilihannya apa. Kalau dia tidak pilih kerang, berarti dia jarang makan warteg. Warteg yang enak adalah warteg yang kerangnya enak. That's it," tutup Juna.

Mendengar jawaban Juna, Trendy hanya bisa berkilah bahwa dirinya tidak kepikiran untuk membuat hidangan tersebut. Namun berkat kejadian ini, masyarakat Indonesia akhirnya tahu salah satu tips ampuh memilih warteg yang enak. Good job, Trendy!

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini