nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tiru Vietnam, Banyuwangi Perbanyak Food Market untuk Majukan Pariwisata

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 09 Januari 2020 13:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 09 298 2151021 tiru-vietnam-banyuwangi-perbanyak-food-market-untuk-majukan-pariwisata-f3P8Z7jXju.jpg Festival kuliner di Banyuwangi (Foto : @banyuwangi_kab/Instagram)

Sektor pariwisata memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Contohnya keberadaan rumah makan yang menyediakan kuliner khas suatu daerah. Bila banyak wisatawan yang datang dan makan di rumah makan tersebut, otomatis pendapatan masyarakat juga akan bertambah. Hal inilah yang disadari oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Menyadari pentingnya kuliner untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, Bupati Abdullah Azwar Anas kini selalu berusaha menyediakan food market tematik di setiap kegiatan atau acara. Sekadar informasi, Banyuwangi adalah salah satu daerah yang pertumbuhan pariwisatanya cukup signifikan.

Festival Kuliner Banyuwangi

(Foto : @banyuwangi_kab/Instagram)

Salah satunya karena banyak menggelar kegiatan atau acara yang menarik minat wisatawan. Tahun ini saja ada 123 kegiatan dan acara yang siap digelar.

"Kuliner mulai tumbuh di Banyuwangi sehingga terus memberikan manfaat buat rakyat. Jujur saja saya belajar dari Vietnam. Sekarang per-kecamatan sudah ada food market sehingga pariwisata bukan hanya indahnya alam tapi juga kekayaan dari ragam kuliner," ujar Anas saat ditemui Okezone dalam suatu acara di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Rabu, 8 Januari 2020.

Anas mengatakan, langkahnya untuk ikut memajukan kuliner di Banyuwangi juga merupakan arahan dari Presiden Jokowi yang mengharapkan pariwisata menjadi kabel penghubung agar kesejahteraan sampai ke masyarakat. Guna merealisasikan arahan tersebut, dirinya sampai belajar ke Vietnam.

Nasi Tempong

Nasi tempong (Foto: Warunggenjong)

"Jujur saja konsep food market ini saya meniru Vietnam. Saya melihat Vietnam pergerakan (pariwisata) luar biasa bersama Thailand, menyumbang devisa cukup banyak. Saya penasaran apa yang terjadi di sana," kata Anas.

Dari yang dilihat, dirinya menemukan hampir setiap hari ada food market di Vietnam. Inilah yang kemudian ditiru oleh Anas. Di Banyuwangi, hari-hari tertentu ada beberapa jalan yang ditutup untuk menggelar food market. Keberadaan food market pun turut meringankan masyarakat karena tidak perlu menyewa ruko.

Festival Kuliner Banyuwangi

(Foto : @banyuwangi_kab/Instagram)

"Ternyata keuntungan masyarakat dari berjualan di food market cukup untuk biaya hidup seminggu, karena mereka enggak perlu sewa dan makanannya laris. Animonya juga tinggi, akhirnya kita bikin terus. Masyarakat tidak perlu sewa ruko, event pemerintah daerah yang bikin," pungkas Anas.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini