nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ekonomi Dunia Lagi Lesu, Banyuwangi Punya Strategi Khusus Datangkan Turis

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 09 Januari 2020 14:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 09 406 2151044 ekonomi-dunia-lagi-lesu-banyuwangi-punya-strategi-khusus-datangkan-turis-Z2MX1R6nUx.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

DAERAH Banyuwangi merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia. Di sana banya sekali objek wisata indah yang menarik perhatian wisatawan. Sebut saja Taman Nasional Alas Purwo dan Kawah Ijen.

Menurut penuturan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, tahun kemarin kurang lebih ada 5,3 juta wisatawan yang datang ke daerah pimpinannya. Oleh karena itu, di tahun ini ia menargetkan kunjungan wisatawan mencapai 6 juta, namun dirinya menyadari jika hal itu bukan perkara mudah.

"Dunia ekonomi saat ini sedang sulit, jadi mendatangkan wisatawan bukan perkara mudah. Strategi kami adalah perbanyak event, bukan semata-mata mempromosikan pariwisata," ujar bupati yang akrab disapa Anas itu saat ditemui Okezone di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Anas itu saat ditemui Okezone di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

"Kami mempromosikan UMKM, produk lokal sehingga kasarnya pemerintah daerah memfasilitasi promosi masyarakat," tambah dia.

Sekadar informasi, tahun ini Banyuwangi menggelar 123 kegiatan atau acara. Tiga di antaranya, masuk ke 100 Top Calender of Event Pariwisata Nasional 2020 yakni Festival Gandrung Sewu, Banyuwangi Ethno Carnival, dan International Tour de Ijen.

Di bulan Juni mendatang, juga akan diselenggarakan kompetisi internasional yang cukup diminati masyarakat dunia yaitu World Surfing League.

Selain kondisi ekonomi, Anas mengungkapkan tantangan lain untuk mengembangkan sektor pariwisata di Banyuwangi. Tantangan utamanya adalah terus menghadirkan kreativitas dan inovasi yang berbeda. Tujuannya agar wisatawan tidak jenuh.

kompetisi internasional yang cukup diminati masyarakat dunia yaitu World Surfing League.

"Kalau setiap tahun bentuknya (acara dan objek wisata) sama, pengunjung pasti akan jenuh. Dengan kegiatan yang sama tapi kalau konteks dan tema berbeda, maka pariwisata Banyuwangi terus dikenal," tutur Anas.

Di era media sosial seperti sekarang ini, kreativitas dan inovasi sangat diperlukan. Wisatawan biasanya akan mengunggah momen kedatangannya di suatu destinasi wisata ke media sosial. Hal ini menjadi sarana promosi secara tidak langsung agar semakin banyak wisatawan yang datang

"Ada wisatawan yang tiap tahun datang ke Banyuwangi. Sekali saja dia datang melihat sesuatu yang sama, dia tidak akan membagikan momen kedatangannya di media sosial. Tapi kalau ada sesuatu yang beda, maka akan dibagikan," pungkas Anas.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini