nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketika Pramugari Berbagi Suka Duka Pekerjaannya

Kamis 09 Januari 2020 15:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 09 406 2151091 ketika-pramugari-berbagai-suka-duka-pekerjaannya-WSzYze7b04.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MENJADI pramugari memang tampak seperti pekerjaan yang elite. Bagaimana tidak, selain mendapat gaji besar, mereka juga bisa keliling dunia dengan gratis.

Tapi, di balik itu seorang pramugari juga menyimpan cerita kelam, di balik penampilan dan senyumnya. Melansir AsiaOne berikut pernyataan enam pramugari dan mantan awak pesawat tentang pro dan kontra dalam penerbangan.


PRO

Mengubah perspektif tentang dunia

Bepergian ke berbagai negara mempelihatkan Anda pada budaya yang berbeda. Jacqueline, seorang pramugari yang telah terbang selama enam tahun, mengatakan kelebihan dari pekerjaan ini adalah dapat memperluas pola pikir. "Ini dapat mengubah perspektif tentang cara Anda memandang dunia dan seseorang pada umumnya," tutur dia.


Tak ada kerja lembur

"Begitu penumpang meninggalkan pesawat, pekerjaan Anda selesai." kata Sarah, mantan pramugari maskapai penerbangan Singapura, dengan pengalaman terbang selama 11 tahun.

Itu karena Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) menerapkan aturan roster penerbangan baru pada tahun 2014, untuk memastikan bahwa pramugari tidak menderita kelelahan dan tampil pada tingkat kewaspadaan yang tinggi.

Tiap kota berbeda setiap hari

"Luar biasa bisa bangun suatu hari di negara ini, dan berada di negara lain di hari berikutnya," kata Jing.

Menurut Jacqueline, tidur di kamar hotel yang berbeda di kota yang berbeda, hampir setiap hari adalah hal yang menyenangkan. Jadi, jika Anda perlu bantuan untuk memilih akomodasi liburan, Anda tahu siapa orang terbaik yang akan memberi saran.

Pengalaman belanja menyenangkan

Hal ini mungkin cocok untuk para wanita. Mark, seorang pramugari yang telah terbang selama 29 tahun, adalah satu-satunya pramugari yang berbicara tentang belanja.

Hal ini mungkin cocok untuk para wanita.

"Anda tidak membayar biaya pengiriman dan barang-barang lebih terjangkau. Ada juga barang atau merek yang tidak dapat Anda temukan di sini (di Singapura)," kata dia.

"Jika Anda membeli barang bermerek, Anda juga dapat mengklaim PPN (pajak pertambahan nilai) di luar negeri." tambahnya

 

Travelling dengan teman

Seperti kata pepatah, "Pilih pekerjaan yang Anda sukai, dan Anda tidak harus bekerja seharian dalam hidup Anda".

Meskipun mendengar banyak cerita horor dan desas-desus tentang politik kerja yang dihadapi oleh pramugari, Marissa (28) memiliki pengalaman yang positif.

"Mungkin banyak yang mengatakan bahwa bepergian sebagai pramugari merupakan hal yang kurang menyenangkan, karena tidak dapat memilih dengan siapa Anda akan melakukan perjalanan. Tetapi saya bertemu banyak kru yang hebat, itu rasanya juga seperti bepergian dengan teman," ucapnya.

.

KONTRA

Penghasilan tak sebanding

Mark pun berbagi kesalahpahaman tentang gaji pramugari. Dia berbagi ketika SARS (Sindrom Pernafasan Akut Parah) pecah di Singapura.

"Saya tidak bisa terbang selama dua minggu dalam sebulan, dan dipaksa untuk pergi karena tidak ada penerbangan dan bandara kosong. Bayaran kami tidak setinggi itu. Jika saya tidak terbang, saya mendapat gaji lebih sedikit," jelasnya.

Kesepian dan melewatkan banyak momen spesial

Satu hal yang membuat setiap pramugari mengeluh, yaitu ketika mereka tidak bisa menghabiskan waktu bersama orang yang mereka cintai.

Mungkin sangat mengecewakan, ketika Anda tidak bisa berada untuk orang yang Anda cintai ketika mereka membutuhkan Anda, atau selama acara-acara khusus ketika Anda tidak dapat bergabung karena komitmen kerja.

Sulit untuk mendapatkan cuti

"Anda dapat mencoba mengajukan cuti tetapi mungkin Anda tidak akan mendapatkannya," ungkap Mark.

Bahkan Sarah mengatakan bahwa untuk mengambil cuti Anda harus mendaftar satu tahun sebelumnya.

Jetlag dan masalah kesehatan

"Kami terpapar sinar UV dan radiasi ketika terbang dari satu benua ke benua lain," kata Queenie.

Ini dapat mengambil risiko pada tubuh mereka dalam jangka panjang, membuat mereka rentan dengan masalah kesehatan. Jetlag juga tidak menyenangkan, Marissa menjelaskan bahwa menjelajahi negara dengan sedikit tidur atau dalam kondisi jet-lag membuat dirinya tidak benar-benar merasa 'hadir' ketika ia sedang melaksanakan tugas.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini