nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lebih dari 6.000 Orang Meninggal Akibat Campak di Kongo, Kenali Penyakitnya!

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 09 Januari 2020 08:37 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 09 481 2150913 lebih-dari-6-000-orang-meninggal-akibat-campak-di-kongo-kenali-penyakitnya-sw53ZtRgXd.jpg Lebih dari 6.000 orang meninggal dunia akibat campak di Kongo (Foto : Whatsnewstar)

World Health Organization (WHO) menyebut jumlah orang yang meninggal akibat epidemi campak yang terjadi di Republik Demokratik Kongo telah melampaui 6.000. WHO menyebut epidemi itu adalah yang terbesar di dunia dan menyebar paling cepat.

Sekira 310.000 kasus campak telah dilaporkan sejak awal 2019, hingga akhirnya Pemerintah Kongo dan WHO meluncurkan program vaksinasi darurat pada September 2019. Lebih dari 18 juta anak balita divaksinasi di seluruh negeri pada 2019.

Meski demikian masalah tidak selesai begitu saja. Infrastruktur yang buruk, serangan terhadap pusat-pusat kesehatan dan kurangnya akses ke perawatan kesehatan rutin menghambat upaya untuk menghentikan penyebaran penyakit.

Suntik Vaksin

Setiap satu dari 26 provinsi di negara itu telah melaporkan kasus campak sejak wabah diumumkan pada Juni 2019. Republik Demokratik Kongo juga mengalami wabah Ebola yang menjadi penyakit paling mematikan kedua di dunia. Tapi kasus ebola masih kurang dari setengah kasus campak yang dialami begara tersebut saat ini.

Direktur Regional WHO untuk Afrika, dr. Matshidiso Moeti mengaku telah melakukan yang terbaik untuk mengendalikan epidemi ini.

“Namun untuk menjadi benar-benar sukses, kami harus memastikan bahwa tidak ada anak yang menghadapi risiko kematian yang tidak perlu akibat penyakit yang mudah dicegah dengan vaksin. Kami mendesak mitra donor untuk segera meningkatkan bantuan mereka,” terang dr. Matshidiso, melansir dari BBC, Rabu (8/1/2020).

WHO mengatakan tambahan sebesar USD40 juta atau setara Rp555,5 miliar diperlukan untuk memperpanjang vaksinasi kepada anak-anak di usia antara enam hingga 14 tahun dan memperkuat respons wabah.

Vaksin Campak

Sebagaimana diketahui campak adalah virus yang pada awalnya menyebabkan pilek, bersin dan demam. Beberapa hari kemudian penyakit ini menyebabkan ruam bernoda yang dimulai pada wajah dan menyebar ke seluruh tubuh. Kebanyakan orang akan pulih, tetapi campak bisa juga menyebabkan cacat seumur hidup.

Campak juga bisa mematikan, terutama jika menyebabkan pneumonia di paru-paru atau ensefalitis (Pembengkakan di otak). Secara global diperkirakan ada 110 ribu orang yang meninggal karena campak setiap tahun.

Melansir dari CDC, campak dapat dicegah dengan vaksin MMR. Vaksin ini melindungi tubuh dari tiga penyakit yakni campak, gondong dan rubella. CDC merekomendasikan anak-anak mendapatkan dua dosis vaksin MMR yang dimulai dengan dosis pertama pada usia 12-15 bulan dan dosis kedua pada usia empat hingga enam tahun.

Vaksin Campak

Remaja dan orang dewasa juga harus mendapatkan informasi terbaru tentang vaksinasi MMR. Vaksin MMR sangat aman dan efektif. Dua dosis vaksin MMR 97 persen efektif mencegah campak. Sementara satu dosis MMR bisa memiliki nilai efektifitas hingga 93 persen.

Anak-anak juga dapat memperoleh vaksin MMRV yang bisa melindungi terhadap campak, gondong, rubella dan varicella (cacar air). Vaksin ini hanya berlisensi untuk digunakan pada anak-anak di usia 12 bulan hingga 12 tahun.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini