Polisi Mulai Bongkar Makam Mantan Istri Sule, Seperti Apa Sih Tahapan Autopsi?

Adityo Bagas, Jurnalis · Kamis 09 Januari 2020 11:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 09 481 2150945 polisi-mulai-bongkar-makam-mantan-istri-sule-seperti-apa-sih-tahapan-autopsi-3L2LBH5eoR.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MAKAM Lina Zubaedah, mantan istri komedian Sule, akan dibongkar hari ini. Tujuan pembongkaran makam itu tidak lain untuk melakukan autopsi terhadap Lina, sebagai kelanjutan dari proses penyelidikan pihak kepolisian.

Mungkin kita mengenal autopsi dari serial drama atau film yang populer. Tapi, benarkah autopsi yang sebenarnya terjadi seperti apa yang ada di televisi?

Dilansir dari livescience, Autopsi adalah pemeriksaan mayat untuk menentukan penyebab kematiannya, efek atau indikasi penyakit dari mayat tersebut. Autopsi dilakukan untuk mengidentifikasi apakah orang tersebut tewas.

Seorang ahli patologi forensik, akan melakukan autopsi dengan bantuan teknisi autopsi atau biasa disebut dengan “diners", berasal dari bahasa Jerman, dan fotografer autopsi.

kematian mendadak yang disebabkan oleh penyakit, yang masih belum diketahui asalnya.

Autopsi biasanya dilakukan karena adanya dugaan kekerasan, atau kematian mendadak yang disebabkan oleh penyakit, yang masih belum diketahui asalnya.

Tapi, sebelum melakukan autopsi dokter akan mengumpulkan semua informasi yang bisa mereka dapatkan tentang subjek dan peristiwa yang mengarah pada kematiannya, berkonsultasi dengan catatan medis, dan anggota keluarga, sekaligus memeriksa lokasi tempat kematian serta keadaannya.

Autopsi pun dilakukan dalam beberapa tahap, dan bisa dibagi dalam tiga tahap.

Pemeriksaan Luar

Autopsi dimulai dengan pemeriksaan tubuh. Hal ini dilakukan untuk menentukan identitas, menemukan bukti atau menemukan hipotesa penyebab kematian.

Para ahli patologi pun akan menimbang dan mengukur tubuh, mencatat pakaian subjek, barang-barang berharga dan karakteristik, seperti warna mata, warna dan panjang rambut, etnis, jenis kelamin, dan usia.

Setelah itu, mereka akan melepas pakaian mayat, kemudian memeriksa tubuh mayat, mengidentifikasikan tanda-tanda seperti bekas luka atau tato, dan cidera.

Sinar X berguna untuk menemukan kelainan tulang dan lokasi peluru atau benda tajam lainnya, sedangkan sinar ultraviolet dapat membantu mendeteksi residu tertentu. Bisa juga dengan cara mengambil sampel rambut dan kuku.

Pemeriksaan Dalam

Lewat pemeriksaan dalam, patalog akan membedah organ dada, perut dan panggul, dan otak. Autopsi organ dalam dilakukan jika tidak ditemukan adanya tanda-tanda yang dilakukan bila memeriksa wajah, lengan, tangan atau kaki.

Pembedahan tubuh dalam ini, tidak akan mengeluarkan banyak darah karena jantung tak berdetak, hanya darah yang terpengaruh dari gravitasi saja.

Sebelum memotong, tubuh akan diletakkan pada blok karet, memanjang ke lengkungan tubuh dan memberikan akses yang lebih besar ke dada dan perut. Jika autopsi otak juga dilakukan, blok harus dipindahkan untuk mendukung kepala setelah pemeriksaan selesai. Patalogi memulai autopsi dengan membuat sayatan berbentuk Y di dada dan di perut.

Menurut Dr. Ed Uthman, seorang patalog Texas penulis panduan scenario autopsi, menyebut aspek ini sering salah diinterpretasikan dalam film.

 Texas penulis panduan scenario autopsi, menyebut aspek ini sering salah diinterpretasikan dalam film.

“Kesalahan paling umum adalah membuat sayatan batang yang salah. Pada wanita, kedua lengan Y seharusnya melengkung di bawah payudara, tetapi dalam film disayat lurus dan di atas payudara," jelas dia.

"Juga pada kedua jenis kelamin, mereka membuat lengan Y terlalu pendek, mereka benar-benar memanjang sampai ke setiap sendi bahu,” kata Uthman.

Ahli patolog akan mulai memeriksa perut dengan memotong sepanjang jaringan lampiran, dengan gunting atau pisau bedah. Jika diperlukan autopsi otak, para ahli akan memotong bagian kepala, dari tonjolan tulang di belakang satu telinga lainnya.

Kemudian, mereka akan membuka tempurung kepala menggunakan gergaji khusus yang memotong tulang, tetapi meninggalkan jaringan lunak tanpa cidera.

Rekonstruksi Tubuh

Setelah pemeriksaan kemudian organ-organ tersebut dikembalikan ke tubuh atau dikremasi, sesuai dengan hukum atau keinginan keluarga. Sebelum dijahit, tubuh dilapisi oleh kapas atau dengan bahan lembut yang serupa. Pada organ dada dan usus keduanya harus ditempatkan ke dalam kantong, agar tidak mengalami kebocoran.

Kemudian tubuh dijahit tertutup, dicuci, dan dikembalikan kepada pihak keluarga untuk dikremasi atau dikuburkan. Tindakan autopsi pada dasarnya tidak memiliki risiko.

Walau demikian, dengan dilakukannya autopsi, dapat ditemukan hal-hal yang mungkin membawa informasi baru seperti ditemukannya tumor yang tidak pernah diketahui dan penyebab kematiannya.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini