nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Relawan Pendamping Melihat Kehidupan Anak Penyintas Kanker

Pradita Ananda, Jurnalis · Sabtu 11 Januari 2020 13:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 11 196 2151750 cerita-relawan-pendamping-melihat-kehidupan-anak-penyintas-kanker-jGZv3f8DQs.JPG Pengalaman berharga menjadi pendamping anak penyintas kanker (Foto: Viness)

SEMUA orang tahu bahwa penyakit kanker adalah penyakit ganas yang menyebabkan kematian. Maka wajar saja penyakit satu ini, jadi momok menakutkan bagi banyak orang.

Namun, cerita yang cukup menyentuh pernah dirasakan Viness, perempuan yang berkesempatan untuk menjadi relawan pendamping anak, para pasien kanker di rumah sakit Dharmais, Jakarta. Kegiatan ini mungkin tidak banyak diketahui oleh masyarakat pada umumnya.

Penyintas kanker

Kepada Okezone, perempuan 30 tahun tersebut menuturkan pengalamannya sebagai salah satu relawan pendamping anak-anak penyintas kanker di Rumah Sakit Dharmais pada Mei hingga Juni di 2011 silam.

Berangkat dari karakter dirinya yang memang menyukai anak kecil, kala itu ia berfikir apa yang bisa ia lakukan untuk bisa masuk ke dunia anak-anak yang membutuhkan. Simpel saja pada saat itu, Viness menuturkan ia hanya berharap bisa menjadi teman bagi anak-anak yang membutuhkan.

 Anak penyintas kanker

Gayung bersambut, kala itu salah satu komunitas atau organisasi yang fokus pada anak-anak penyintas kanker sedang mencari tenaga relawan, yang mana nantinya relawan-relawan inilah yang akan mendampingi anak-anak penyintas kanker. Setelah melewati beberapa proses, seperti pendaftaran dan briefing langsung di rumah sakit. Viness resmi bergabung sebagai relawan di Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia (Community for Children with Cancer).

Viness menuturkan, dengan jadwal kunjungan yang dibebaskan, ia saat itu mengaku jarang bertemu para relawan lainnya.

“Dari pengurusnya dibebaskan sesuai dengan waktu luang kita saja sebagai relawan. Waktu itu sih pilih seminggu dua kali, tiap Rabu dan Jumat sekitar jam 2. Setiap ke sana, jarang ketemu dengan para volunteer lain, ” ujar Viness saat dihubungi melalui pesan pendek belum lama ini.

Walau hanya sempat berkunjung sebanyak empat kali, Viness mengaku di waktu yang singkat itu ia mendapatkan pengalaman yang berharga. Mulai dari menonton video dokumenter yang berisi tayangan tentang anak-anak yang menderita kanker, bermain aneka permainan dengan anak –anak, menjadi pendengar curahan hati dari orangtua pasien, hingga melihat langsung satu anak yang salah satu matanya harus diperban karena menderita Retinoblastoma.

 Penyintas kanker

Melihat anak kecil yang matanya sampai harus diperban inilah, yang diakui Viness menjadi pengalaman paling berkesan baginya. “Dari empat kali kunjungan itu, paling berkesan yang kedua itu. Rasanya enggak sanggup ngebayangin pas perban itu dibuka,” imbuhnya.

Sempat menjadi relawan pendamping anak penyintas kanker, Viness menjadikannya bukan hanya pengalaman, media belajar untuk menambah ilmu, tapi juga yang lebih penting diakuinya membuat dirinya belajar menjadi lebih bersyukur.

 Penyintas kanker

“Senang sih sempat ngerasain dan kenal dengan anak-anak penderita kanker, bukan dari Jakarta saja tapi juga dari daerah lainnya di Indonesia. Di sisi lain juga jadi tahu bentuknya kemoterapi tuh kayak apa sih. Intinya sih, melihat anak-anak penderita kanker yang berjuang melawan penyakit ini, jadi tamparan untuk saya bisa lebih bersyukur dan menjaga kesehatan sebaik mungkin,” pungkas Viness.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini