nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tindak Kekerasan Intai Siapa Saja, Kenali 10 Ciri Pelakunya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 11 Januari 2020 18:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 11 196 2151829 tindak-kekerasan-intai-siapa-saja-kenali-10-ciri-pelakunya-xkXFhApowR.jpg Ilustrasi tindak kekerasan (Foto: Ilustrasi Okezone)

TINDAK kekerasan bisa dilakukan oleh siapa saja, bahkan oleh seseorang yang tidak pernah terduga. Oleh sebab itu masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap kasus kekerasan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Berkaca dari kasus kekerasan seksual Reynhard Sinaga, Dokter Spesialis Kejiwaan, dr. Gina Anindyajati, SpKJ menjelaskan bahwa sebenarnya seseorang bisa jadi pelaku karena dipengaruhi oleh ketidakmampuan seseorang dalam bersosialisasi.

“Charming dan baik semua orang bisa, tapi apakah ia bisa bersosialisasi dengan baik? Bisa bergaul dengan baik dan mengembangan relasi yang baik dan harmonis serta stabil kepada teman dan lingkungan kerja? Jika tidak bisa menjalin relasi maka orang ini sebetulnya tidak kreatif,” terang dr. Gina, saat diwawancarai Okezone belum lama ini.

 Ilustrasi

Dalam kasus Reynhard Sinaga, ia pun menuturkan bahwa sebenarnya sudah terdapat faktor risiko untuk menjadi pelaku kekerasan. Namun bisa juga hal tersebut terjadi karena adanya ketegangan dengan orang dewasa sehingga yang bersangkutan mencari pelampiasan dengan unsur paksaan.

“Karena tidak puas dalam menjalin relasi psikologis, sosial dan fisik, ia tidak bisa mengendalikan hubungan yang rileks dengan seseorang. Alhasil ia mengendalikan hubungan yang bisa ia kontrol dengan cara memanipulasi dan menguasai korbannya,” lanjut dr. Gina.

 Ilustrasi kekerasan

Lebih lanjut dr. Gina menjelaskan bahwa kekerasan seksual sebenarnya bisa terjadi di ranah publik dan privat. Mengejutkannya tindakan tersebut lebih sering dilakukan oleh orang terdekat korbannya. Bahkan menurut laporan yang diperoleh, tindak kekerasan yang disebabkan oleh orang asing jumlahnya lebih sedikit.

“Ranah publik dilakukan oleh teman terdekat korban, sementara ranah privat biasanya dilakukan oleh pasangan,” sambungnya.

 Ilustrasi kekerasan

Dalam paparannya, dr. Gina pun tak lupa menjelaskan 10 faktor risiko seseorang menjadi pelaku kekerasan seksual. Di antaranya adalah: Keterampilan sosial yang buruk, hubungan yang tegang dengan orang dewasa, perasaan tidak berdaya, hubungan yang tidak memuaskan dengan orang dewasa, harga diri rendah, kerentanan dalam hal maskulinitas, perasaan terhina, kesendirian, masalah keterikatan emosional dan masalah seksual.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini