Uniknya Pola Asuh Generasi Milenial dalam Membesarkan Anak, Banyak Nilai Plus Lho

Nada Husna, Jurnalis · Minggu 12 Januari 2020 02:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 11 196 2151856 uniknya-pola-asuh-generasi-milenial-dalam-membesarkan-anak-banyak-nilai-plus-lho-9WT5OANUV1.jpg Pola asuh milenial dalam membesarkan anak (Foto: Workingmother)

TAHUN terus berganti, setiap generasi pun akan berkembang dan akhirnya siap untuk membentuk keluarga sendiri. Seperti halnya generasi milenial yang ada sejak 11 tahun lalu. Saatnya mereka mendapat giliran menjadi orangtua . Lalu bagaimana pola pengasuhan orangtua milenial jika dibandingkan dengan generasi lainnya?

Dilansir dari Yourtango, Sabtu (11/01/2020), Pada 2016, 80 persen anak-anak dilahirkan oleh Ibu milenial. orangtua dari generasi milenial dibentuk oleh kondisi ekonomi tertentu, peristiwa budaya, dan oleh gaya orangtua mereka sendiri yang mereka putuskan untuk bawa atau tinggalkan ketika mereka menjadi orangtua baru.

 Ibu dan anak

Menurut National Retail Federation, milenial adalah orangtua bagi setengah dari anak-anak saat ini. Pada tahun 2016 saja, 4 dari 5 bayi dilahirkan oleh milenial. Ada puluhan juta orang memiliki pengertian yang jelas dan sama tentang cara mengasuh anak generasi milenial.

Orangtua milenial mengatur keuangan

Sesungguhnya, kondisi keuangan generasi milenial menjadi tidak menentu. Ada banyak kebutuhan tak terduga yang harus terpenuhi, seperti sekolah yang bagus, perpustakaan yang baik, dan tunjangan kesejahteraan dan orangtua merasa dibiarkan mengurus sendiri.

Orangtua  milenial juga dibebankan oleh biaya pendidikan anak usia dini yang sangat mahal di banyak negara, memiliki satu anak saja yang kemudian dititpkan ke penitipan anak, biayanya sama seperti menghabiskan biaya kuliah di perguruan tinggi negeri 4 tahun.

Terlalu protektif pada anak


Sebuah penelitian di Pew Research Center menemukan bahwa mayoritas orangtua milenial dibandingkan dengan 60 persen Gen X dan lebih dari setengah orangtua Boomer, mereka terlalu protektif. Mereka juga memberikan terlalu banyak pujian daripada generasi orangtua sebelumnya.

Sementara itu, generasi lain mengatakan mereka terlalu cepat mengkritik. Kebanyakan orangtua milenial -62 persen dengan bayi atau anak-anak usia pra sekolah mengatakan, sulit untuk menemukan penitipan anak yang terjangkau dan berkualitas tinggi.

Itu masuk akal; Young Invincibles Report menemukan bahwa 18 persen biaya membesarkan anak-anak saat ini diambil oleh pengasuhan anak dan pendidikan; pada tahun 1960 itu hanya dua persen dari total biaya membesarkan anak-anak.

Jadi tuduhan khusus yang mengatakan orangtua milenial terlalu intensif dan mengarahkan hidup anak-anak mereka untuk dirinya? Sampai batas tertentu, cukup benar.

 Orangtua milenial

Lebih punya waktu dengan anak

Orangtua milenial menghabiskan hampir satu jam lebih banyak merawat anak-anak mereka pada 2012 daripada yang generasi baby boomers atau generasi X. Hari ini, para ibu menghabiskan 15 jam seminggu untuk mengasuh anak-anak mereka, sementara semua yang berpenghasilan kecuali yang sangat kaya jauh lebih rendah 20 persen penerima teratas melihat pendapatan meningkat hampir 100 persen antara 1976 dan 2014 dan pekerja kelas menengah hanya melihat pendapatan mereka tumbuh 40 persen dibanding 40 tahun yang sama.

Kelas menengah, harus dikatakan, tidak baik-baik saja. Jadi orangtua beralih ke pengasuhan yang intensif waktunya dan sombong dengan harapan hal itu akan aman untuk masa depan anak mereka.

Studi Pew yang disebutkan di atas menemukan bahwa 61 persen orangtua milenial mengatakan tidak ada yang namanya "terlalu terlibat" dalam pendidikan anak-anak mereka.

Percaya diri dengan keuangan

Orangtua milenial secara umum, relatif percaya diri pada kemampuan mereka sebagai orangtua, dengan lebih dari setengah ibu milenial mengatakan mereka telah melakukan tugas yang baik dalam mengasuh anak.

Orangtua  milenial juga berbicara dengan anak-anak mereka tentang uang hampir setengah dari orangtua milenial dalam studi tahun 2018 oleh Capital Group mengatakan, mereka mulai berbicara perihal menabung uang dengan anak-anak mereka sebelum mereka menginjak usia 12 tahun.

Uang tampaknya membentuk banyak pandangan dalam dunia mereka. Para ibu yang berusia milenial rata-rata ingin memiliki anak dan kemungkinan karena kebanyakan orang tidak mampu untuk menjadi orangtua dengan satu penghasilan, dan mayoritas orangtua muda saat ini keduanya mempunyai pekerjaan.

Ayah ikut berperan

Ayah dan anak

Para ayah milenial lebih terlibat dalam pengasuhan anak-anak mereka daripada generasi laki-laki sebelumnya. Ibu-ibu milenial mau menyusui anaknya daripada generasi sebelumnya. Orangtua milenial memiliki anak di kemudian hari dalam kehidupan daripada generasi sebelumnya.

Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dari orangtua yang lebih tua memiliki IQ lebih tinggi, umur yang lebih lama karena orangtua yang lebih tua lebih mapan dalam karier mereka, dan secara umum, lebih baik secara finansial.

Di samping itu, mungkin ada beberapa alasan yang bernilai positif bagi Anda para orangtua milenial. Bisa jadi Anda seorang yang disiplin, Anda ingin mengasuh anak dengan jarak yang dekat, tetapi punya jadwal kerja yang padat, kewalahan, berjuang berdua demi melunasi utang, dan biaya anak-anak yang terlalu tinggi.

Artinya orangtua milenial ingin mempersiapkan masa depan anak-anak dengan keuangan yang mencukupi, memasukkan anak-anak Anda di sekolah yang bagus, dan berharap di masa depan anak-anak Anda meraih kesuksesaan. Jadi, para orangtua milenial, seperti generasi sebelumnya, hanya ingin yang terbaik untuk anak-anaknya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini