Share

Kisah Abas Sukses Berhenti Merokok

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 11 Januari 2020 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 11 612 2151698 kisah-abas-sukses-berhenti-merokok-HKuKUUCDig.jpg Ilustrasi. Foto: Shutterstock

KEBIASAAN merokok memang sulit untuk dihilangkan. Namun dengan tekad yang keras dan upaya yang sungguh-sungguh, seseorang sebenarnya bisa terbebas dari kebiasaan yang satu ini. Seperti kisah Abas yang sukses menghentikan kecanduannya terhadap rokok karena takut terserang kanker paru-paru.

Tekat Abas untuk tidak merokok lagi dimulai pada pertengahan Agustus 2019. Ia tersadar akan bahaya rokok saat hendak memesan tongseng bersama temannya bernama Leo di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat. Seperti biasa, sambil menunggu pesanan dihidangkan, Abas pun mengisap rokoknya.

Singkat cerita Leo yang bukan pecandu tembakau berinisiatif untuk sekadar menceritakan pengalaman buruknya kepada Abas. Yaitu pada 2013, Leo kehilangan paman akibat terserang kanker paru-paru karena menjadi seorang perokok aktif.

 

Ilustrasi. Foto: Shutterstock

Rokok tersebut telah merusak hidup paman Leo sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Bahkan semasa masih menjadi pelajar, pamannya itu kehilangan kemampuan untuk berenang sebagai akibat kecanduannya terhadap tembakau.

Padahal dulunya ia adalah salah satu siswa yang pandai berenang dan mengikuti kompetisi renang hingga ke luar daerah. Namun pada akhirnya ia meninggal dunia secara mengenaskan karena kanker paru-paru.

 

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Sebenarnya cerita soal penyakit akibat kebiasaan merokok sudah sering didengar oleh Abas. Pasalnya ia sudah sering diminta berhenti merokok oleh pacar, orangtua, hingga kawan-kawannya yang lain. Untungnya cerita Leo membuat pikiran Abas terbuka.

“Sudah sering diminta berhenti merokok, tapi saya bebal. Nasihat mereka (orang-orang di sekitarnya) cuma masuk telinga kanan, keluar telinga kiri,” ucap Abas kepada Okezone beberapa waltu lalu.

Abas mengatakan cerita Leo seputar pamannya yang meninggal akibat rokok memang cukup menarik. Mengingat hobi Abas yang gemar menekuni muay thai, ia baru tersadar bahwa rokok menjadi salah satu hal yang menghambat performanya saat bertanding beberapa waktu lalu.

“Cerita Leo bikin flashback pas saya kalah tanding muay thai beberapa waktu lalu. Saya kehabisan tenaga di atas ring gara-gara napas sesak. Padahal pas sebelum ngerokok, saya juga pernah tanding engga ada capek-capeknya,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Abas juga kehilangan kesenangan untuk menekuni hobinya karena kecanduan rokok. Padahal apabila ia bisa menjaga dirinya, Abas mungkin masih berpeluang memenangkan pertandingan muay thai.

Abas juga menceritakan bagia dirinya hampir pingsan di Kereta Rel Listrik (KRL) ketika pulang kerja. Napasnya mendadak sesak dan pandangan menjadi kabur. Abas pun langsung meminta tolong orang hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit.

“Saya takut sih ini, rasanya kayak mau mati. Kepikiran semuanya, keluarga saya, bokap (ayah), nyokap (ibu), sama satu lagi, cerita Leo di tempat makan. Jangan-jangan saya kena sakit jantung, kanker paru-paru," sambungnya.

Sejak kejadian di KRL itu Abas pun membulatkan tekadnya untuk berhenti merokok. “Enggak pakai cara kurang-kurangin (merokok), tapi benar-benar nol tembakau. Alhamdulillah, sampai hari ini saya sudah berhenti merokok, kurang lebih sudah empat bulan,” tuturnya.

Tentunya usaha Abas untuk nol tembakau juga tidaklah mudah. Ada kesulitan yang sering ia hadapi, salah satunya adalah saat menunggu orang di cafe atau warung kopi. “Biasanya kan saya nunggu sambil merokok. Tiba-tiba kegiatan itu enggak saya lakukan lagi, aneh saja rasanya,” ucapnya.

Pria asal Pekanbaru ini pun memberikan cara efektif untuk menghindari mengulangnya kebiasaan merokok. “Awal-awal jangan ikut nongkrong sama teman perokok, hindari saja, atau minta tolong dukungan teman, kalau mau merokok, jangan depan saya. Untungnya teman saya pada dukung, walaupun mereka perokok berat semua,” pungkas Abas.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini