Lapar Mata Bikin Anin Kecanduan Belanja Online

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 11 Januari 2020 19:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 11 612 2151768 lapar-mata-bikin-anin-kecanduan-belanja-online-N0joGEYNZA.jpg

BERBELANJA memang menjadi kebutuhan manusia. Namun apabila kegiatan berbelanja berubah menjadi candu, maka akan membawa dampak negatif, seperti kisah Anin (nama samaran) yang kecanduan belanja online.

Saat dihubungi Okezone beberapa waktu lalu, Anin mengaku mulai kecanduan belanja online sejak tiga tahun lalu. Kebiasannya semakin parah ketika dirinya telah bekerja dan memiliki m-banking.

 

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Anin mengatakan kecanduannya dalam belanja online disebabkan karena lapar mata. Selain itu kemudahan dalam berbelanja dengan hanya menekan satu tombol saja, membuatnya tidak mau berpikir panjang dalam membeli sesuatu.

 

Ilustrasi. Foto: Istimewa

“Saya orangnya suka malas ke luar rumah, jadi kan kalau belanja online tinggal benar-benar modal handphone saja, dan belanja bisa dilakukan di mana saja,” ujarnya.

Hal berikutnya yang mengawali Anin jadi sering belanja online adalah karena untuk menghindari harga yang mahal ketika belanja di pasar. Dengan belanja online, tentu ia bisa mencari harga termurah dengan gampang.

“Saya juga tidak mengetahui harga jadi takut ditipu. Kalau online kan harganya tercantum,” ucapnya.

Untungnya Anin masih bisa menabung meskipun kecanduan belanja online. Salah satu trik yang ia gunakan adalah mengutamakan menabung uangnya ketika menerima gaji.

Ilustrasi. Foto: Shutterstock

Walaupun bisa menabung, Anin memiliki niat untuk mengubah kebiasaan buruknya itu. Salah satu caranya untuk tidak belanja online adalah menghapus aplikasi belaja onlione dari handphone.

“Kadang suka beli barang cuman diinginkan saja bukan yang dibutuhkan. Kalau upaya untuk menghentikan kebiasaan belanja online ada, caranya dengan meng-uninstall mobile banking dan e-commerce-nya,” lanjutnya.

Meski kecanduan belanja online, Anin mengaku tidak terlalu kecewa dengan fitur tersebut. "Paling misalnya di gambar keliatan ukurannya besar, pas sampai baranya taunya kecil. Saya juga belanja online yang nominalnya kecil-kecil saja, jadi sudah ikhlas dengan risiko apapun,” tuntasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini