nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Bene Jadi Kakak Pendamping Anak yang Kena Kanker, Priceless..

Tiara Putri, Jurnalis · Senin 13 Januari 2020 12:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 13 196 2152250 kisah-bene-jadi-kakak-pendamping-anak-yang-kena-kanker-priceless-NtvubpQmoj.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MEMILIKI pengalaman ditinggalkan oleh orang tersayang memang tidak menyenangkan, entah karena penyakit seperti kanker atau lainnya. Tapi, tidak lantas kita harus terus menerus meratapi kepergian orang tersebut.

Contohlah Bane, yang pernah ditinggalkan salah satu anggota keluarganya karena kanker. Bene pun memilih bergabung dengan Pita Kuning sebagai kakak pendamping, agar anak-anak yang menderita kanker tidak merasa ditinggalkan.

Dirinya sadar, setiap pasien kanker terutama anak-anak membutuhkan dukungan dari banyak pihak. Ia ingin anak-anak penyandang kanker tetap bisa bahagia di tengah ruang gerak yang terbatas.

Walaupun hanya sekali menjadi kakak pendamping, namun tetap meninggalkan kesan mendalam untuk Bene. Selama menjadi kakak pendamping, dirinya melakukan kunjungan ke rumah adik dampingan, mengobrol dengan orang tuanya, mengajak main anak dampingan, serta melakukan kebiasaan-kebiasaan yang dia suka. Tak jarang ia menemani adik dampingannya menjalani kemoterapi di rumah sakit.

Tak jarang ia menemani adik dampingannya menjalani kemoterapi di rumah sakit.

Satu hal yang berkesan bagi Bene adalah berhasil mewujudkan impian adik dampingannya. Kebetulan adik dampingannya bercerita kalau dia penggemar Iqbaal Ramadhan. Setiap kali bertemu, adik dampingannya itu tidak pernah bosan menceritakan tentang idolanya.

"Dia pernah mengutarakan keinginannya untuk ketemu sama Iqbaal. Nah, suatu waktu saya lagi banyak kerjaan banget, sering dinas luar kota, akhirnya saya minta off sehari untuk memberikan kejutan untuk adik dampingan saya. Saya mempertemukannya dengan Iqbaal," ujar Bene saat dihubungi Okezone melalui pesan singkat.

Kebetulan. kala itu ia bekerja sebagai reporter di salah satu televisi swasta nasional. Berbekal jaringannya, Bene memperoleh kontak Iqbaal dari salah satu teman media. Dirinya kemudian menghubungi sang manajer dan mengatur waktu untuk pertemuan.

"Saat adik dampingan saya bertemu dengan Iqbaal, itu benar-benar priceless, dia nangis. Seharian dia bisa ikut di lokasi kegiatan Iqbaal. Bahkan selama perjalanan pulang dan besoknya ia terus menceritakan momen bahagia itu serta terus menerus berterima kasih sama saya," ucap Bene.

 ia terus menceritakan momen bahagia itu serta terus menerus berterima kasih sama saya,

Pertemuan itu membuat adik dampingannya semakin bersemangat menjalani kemoterapi, dan lupa sejenak akan penyakit yang diidap. Bagi Bene, momen tersebut benar-benar menjadi kebahagiaan buatnya. Melihat adik dampingannya sangat senang, ia turut merasakan kebahagiaan dan memberikan pengalaman berkesan.

"Sayangnya bulan Februari 2019, adik dampingan saya meninggal dunia. Di situ rasanya sedih banget karena dia sudah saya anggap seperti adik sendiri walau mungkin baru setahunan kenal," kenang dia.

"Tapi di situ saya tahu dia sudah berusaha dan berjuang untuk sembuh dari kanker leukemia yang diidapnya dan sudah berbahagia dengan teman-temannya yang berjuang melawan kanker semasa hidup," pungkas Bene.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini