nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penularan Pneumonia Misterius Tiongkok Tidak Sampai ke Indonesia

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 13 Januari 2020 10:52 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 13 481 2152198 penularan-pneumonia-misterius-tiongkok-tidak-sampai-ke-indonesia-indonesia-7iOD0GAMNj.jpg Ilustrasi. (Livescience)

KOTA Wuhan di Tiongkok mendadak ramai diberitakan. Terjadi penyebaran penyakit pneumonia misterius di sana dengan jumlah pasien yang terus bertambah, semula ada 27 orang, hingga berita ini diturunkan meningkat menjadi 59 orang. 

Pneumonia misterius ini tidak seperti pneumonia biasanya, yang disebarkan virus influenza dan bukan juga penyakit pernapasan biasa. Sampai sekarang penyebab penyakit misterius ini masih terus dikaji. Warga Wuhan pun diketahui telah diisolasi untuk mengetahui penyebab masalah.

Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto menerangkan bahwa masyarakat Wuhan semuanya telah mendapatkan pelayanan kesehatan. Sehingga, janggal rasanya jika pneumonia misterius ini bisa datang dari virus influenza.

penyakit pneumonia

Menkes Terawan menegaskan, sampai sekarang tidak ada laporan penularan pneumonia misterius ini ke Indonesia. Selain itu, pneumonia Tiongkok ini belum ditemukan faktanya, apakah berkaitan dengan SARS atau tidak.

"Memang gejalanya pneumonia, tapi belum mampu mendeteksi ini arahnya ke SARS, MERS CoV," jelas Terawan seperti dikutip dari laman Sehat Negeriku Kementerian Kesehatan, Senin (13/1/2020).

Ia mengimbau pada semua masyarakat Indonesia agar tetap hidup sehat, makan cukup, dan istirahat cukup. Sebab, ini menjadi tindakan penting dalam menghadapi situasi seperti sekarang.

Meski isu kesehatan ini mengkhawatirkan, World Health Organization (WHO) sampai sekarang tidak melakukan pembatasan perjalanan ke Tiongkok. Meski begitu, Menkes Terawan meminta pada seluruh masyarakat Indonesia untuk menjalani hidup sehat dan tidak perlu was-was dengan isu kesehatan ini.

"Kepada semua masyarakat, tidak perlu panik karena Kemenkes sudah melakukan upaya pencegahan dan deteksi terutama dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Dari semua pintu masuk ke Indonesia di bandara atau pelabuhan sudah diaktifkan termoscanner untuk mendeteksi siapa saja yang masuk ke Indonesia terutama dari negara lain," paparnya.

Dia menambahkan, tindakan ini adalah upaya pencegahan untuk mendeteksi adanya kasus pneumonia maupun kasus lain seperti SARS yang mungkin bisa masuk ke Indonesia. Dengan begitu juga pemerintah dalam hal ini Kemenkes bisa bertindak cepat sehingga bisa melakukan tindakan yang benar.

Secara khusus, Menkes Terawan memberi imbauan pada semua masyarakat Indonesia yang baru saja melakukan perjalanan dari wilayah Tiongkok untuk melakukan beberapa tindakan ini. Imbauan tersebut diharapkan mampu meminimalisir penyebaran virus yang dikhawatirkan terbawa tanda terdeteksi.

Hal pertama adalah usahakan bagi Anda untuk menghindari berkunjung ke pasar ikan atau tempat penjualan hewan hidup. Kemudian, jika dalam perjalanan merasa berinteraksi dengan orang dengan gejala demam, batuk, dan susah bernapas atau jatuh sakit dengan gejala yang sama, diminta agar segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat.

"Jika ada tanda-tanda seperti itu, agar Anda segera ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan diagnosa dan penanganan medis. Pencegahan yang dapat dilakukan adalah menjaga kebersihan diri dengan rutin mencuci tangan," pungkas Menkes Terawan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini