Pneumonia Misterius Tewaskan 1 Lansia, 7 Kritis!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 13 Januari 2020 14:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 13 481 2152295 pneumonia-misterius-tiongkok-tewaskan-1-lansia-7-kritis-lvFD0xmJvO.jpg Ilustrasi. (Shutterstock)

PNEUMONIA misterius yang terjadi di Wuhan, China menewaskan satu orang lansia. Lansia berusia 61 tahun meninggal dunia karena masalah pernapasan, yang dikaitkan dengan pneumonia misterius tersebut.

Sampai sekarang pneumonia misterius China ini sudah menjangkit 59 orang. Penyakit ini sendiri telah didiagnosa berasal dari virus baru yang dikatakan masih 'keluarga' dari SARS.

ilustrasi

Dari data yang dihimpun Okezone melalui laman Channelnewsasia, dari jumlah penderita pneumonia misterius 59 orang, 7 lainnya dinyatakan dalam kondisi serius, dua dikeluarkan dari perawatan dan sisanya stabil.

Bicara mengenai korban tewas dalam kasus pneumonia misterius di China ini, Komisi Kesehatan Wuhan menjelaskan bahwa pria yang meninggal dunia itu, sebelumnya membeli sesuatu dari pasar makanan laut di kota yang diidentifikasi sebagai pusat wabah. Tempat ini pun sudah ditutup pada 1 Januari 2020.

Setelah diperiksa lebih jauh, korban jiwa ini sudah memiliki masalah kesehatan yaitu penyakit hari kronis. Ia meninggal dunia pada Kamis 9 Januari 2020, karena kesulitan bernapas atau gagal napas, serta mengalami radang paru-paru yang parah.

Fakta menunjukkan sampai 3 Januari 2020 belum ada kasus baru yang terdeteksi, berkaitan dengan pneumonia misterius Tiongkok ini. Jadi, bisa dikatakan bahwa sampai sekarang belum ada penularan virus dari manusia ke manusia.

Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto menegaskan, sampai sekarang tidak ada laporan yang menerangkan bahwa pneumonia misterius ini ada di Indonesia. Ia pun menerangkan bahwa penyakit ini belum diketahui pasti apakah ada kaitannya dengan SARS atau tidak.

"Memang gejalanya pneumonia, tapi belum mampu mendeteksi ini arahnya ke SARS, MERS CoV," terang Menkes Terawan seperti dikutip dari laman Sehat Negeriku Kementerian Kesehatan, Senin (13/1/2020).

Ia mengimbau pada semua masyarakat Indonesia agar tetap hidup sehat, makan cukup, dan istirahat cukup. Sebab, ini menjadi tindakan penting dalam menghadapi situasi seperti sekarang.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini