nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dokter Jiwa: Kelebihan Psikopat Itu Mereka Baik

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 13 Januari 2020 18:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 13 481 2152371 dokter-jiwa-kelebihan-psikopat-itu-mereka-baik-2u4i2ptKcT.jpg Ilustrasi. (Shutterstock)

BEBERAPA waktu lalu masyarakat dunia digegerkan dengan kasus Reynhard Sinaga, karena terlibat kasus pemerkosaan terhadap 190 orang korban. Banyak orang yang mengklaim Reynhard Sinaga sebagai seorang psikopat.

Seorang psikopat lebih sering ditemukan pada kaum pria dibandingkan wanita. Psikopat sering dikaitkan dengan perilaku antisosial, gangguan empati, penyesalan, keberanian, emosional, kekejaman, impulsif dan sifat yang sangat egois.

psikopat

Spesialis Kedokteran Jiwa, dr Gina Anindyajati, SpKJ, mengatakan, untuk menentukan seorang psikopat tidaklah mudah. Dibutuhkan pemeriksaan dan wawancara mendalam untuk mengetahui seluk beluk karakternya.

“Ada karakteristik-karakteristik atau kondisi lain yang membutuhkan pemeriksaan khusus. Jadi untuk menentukan seseorang psikopat atau nggak, harus ada pemeriksaannya,” terang Dokter Gina, kepada Okezone belum lama ini.

Menurutnya, perlu wawancara mendalam dan pemeriksaan penunjang tambahan untuk memastikan seseorang benar psikopat atau tidak. Orang yang melanggar aturan sebenarnya ciri psikopat.

Tapi tidak semua orang yang melanggar peraturan, sudah bisa dipastikan sebagai seorang psikopat. Dalam teori keilmuan para psikopat justru cenderung menampilkan kemampuan dirinya dalam berbaur di masyarakat.

“Dia (psikopat) kelihatan baik-baik saja, karena itu adalah kelebihan dari para psikopat. Mereka mampu untuk bertindak sewajarnya dan tahu apa yang mereka inginkan," lanjutnya.

Seorang psikopat mengetahui cara mendapatkan sesuatu. Tapi kemudian mereka pun bisa mendapatkan hal tersebut melalui cara yang melanggar aturan.

Dokter Gina melanjutkan hal yang paling mengerikan dari seorang psikopat adalah sifat mereka yang merasa tidak bersalah, saat melakukan perbuatannya telah melanggar hukum dan norma yang ada.

"Psikopat tidak merasa bersalah dengan tindakannya. Soal rasa bersalah atau tidak hanya dia dan Tuhan yang tahu. Kalau ditanya pasti seorang psikopat akan menjawab 'Saya merasa bersalah kok'. Tapi tahu dari mana dia merasa bersalah? itu sulit sekali untuk membuktikannya, tapi adapemeriksaan yang bisa menunjukkannya," tuntasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini