nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Minta Jenazah Ibunya Diautopsi, Mungkinkah Rizky Febian Kena Sindrom Kehilangan?

Ummu Hani, Jurnalis · Senin 13 Januari 2020 22:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 13 481 2152489 minta-jenazah-ibunya-diautopsi-mungkinkah-rizky-febian-kena-sindrom-kehilangan-XsgOj47CBt.jpg Rizky Febian. (Foto: Okezone)

SETIAP pertemuan pasti ada perpisahan, siapapun yang hidup pasti akan mati. Kematian tentu adalah hal yang pasti terjadi pada manusia. Bagi mereka yang ditinggalkan tentu tidak akan siap.

Kepergian mantan istri pelawak Sule, Lina Zubaedah, memang menyisakan duka bagi keluarga. Dia dan ketiga adiknya tentu sangat terpukul. Tapi, tidak hanya duka, namun juga tanda tanya besar bagi penyanyi berusia 21 tahun yang akrab Iky itu.

Kematian ibunya secara mendadak bisa saja membuat kondisi psikologisnya terguncang. Memang, kematian orang tua adalah salah satu peristiwa yang paling menyakitkan bagi setiap anak. Efek dari kematian orangtua pun akan terus membekas pada psikologis anak sepanjang hidupnya.

tidak hanya duka, namun juga tanda tanya besar bagi penyanyi berusia 21 tahun yang akrab Iky itu.

Efek utamanya, adalah tekanan batin yang mendalam. Menurut Meity Arianty, seorang psikolog klinis, ada istilah Broken Heart Syndrome yaitu gangguan jantung sementara diakibatkan oleh situasi yang membuat seseorang tertekan atau stress.

Penyakit ini lah yang biasa dialami saat seseorang merasa kehilangan.

“Post Power Syndrome adalah ketika seseorang tidak dapat menerima kehilangan dalam hidupnya,” kata Meity kala dihubungi Okezone di Jakarta.

Memang, setelah dimakamkan Iky mengambil keputusan untuk melakukan otopsi pada ibunya. Hal tersebut dilakukan lantaran dia menemukan beberapa kejanggalan pada tubuh ibunya.

Meski demikian, Psikolog Meity mengatakan harus dilakukan pemeriksaan terhadap Iky secara mendalam. Dengan demikian, dapat diketahui apakah Iky melakukan hal tersebut untuk mencari kebenaran atas kematian ibunya, atau karena tidak bisa menerima kenyataan.

Psikolog Meity mengatakan harus dilakukan pemeriksaan terhadap Iky secara mendalam.

"Sekilas hal tersebut wajar karena dampak kehilangan buat beberapa orang bisa berbagai macam. Iky juga sudah pasti melakukan hal tersebut berdasarkan alasan yang jelas dan dengan persetujuan beberapa pihak,” tutur dia.

Menurutnya, setiap orang yang kehilangan biasanya mengalami sidrom ini, namun itu semua tergantung bagaimana mereka menyikapi kehilangan.

“Ciri orang yang menderita Post Power Syndrome adalah sedih yang berkepanjangan, berdampak pada sakit fisik seperti jantung atau dada nyeri hingga ada yang mengalami trauma. Parahnya, mereka akan menjauh dari kehidupan sosial/menyendiri dan merasa tidak berdaya lalu depresi,” tambahnya.

Karena itu, mereka yang tengah merasa kehilang memang sebaiknya diberikan dukungan penuh untuk menghadapi kehilangan tersebut, terutama pada anak-anak. Mereka pastinya sangat membutuhkan dampingan disaat mengalami situasi tersulit tersebut.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini