Menteri Bintang Ingin Hak Perempuan dan Anak di Pengungsian Banjir Terpenuhi

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 14 Januari 2020 20:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 14 196 2152905 menteri-bintang-ingin-hak-perempuan-dan-anak-di-pengungsian-banjir-terpenuhi-EJYcInSbt2.jpg Menteri Bintang (Foto : Kemenpppa.go.id)

Dampak akibat musibah banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Lebak, Banten masih dirasakan oleh para warga setempat. Di antara pengungsi, banyak yang merupakan perempuan, baik itu remaja, ibu hamil, ataupun ibu menyusui. Selain juga pastinya banyak anak-anak dan kalangan lansia.

Di satu posko, tepatnya di Pusdiklat Rindam saja, tercatat lebih dari 600 pengungsi yang lebih dari setengahnya adalah perempuan dan anak-anak. Melihat kondisi ini, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga ingin memastikan kebutuhan spesifik perempuan dan anak tetap terpenuhi walaupun tengah berada di pengungsian banjir.

Menteri Bintang

Memastikan agar hak-hak dan kebutuhan perempuan serta anak di pengungsian tetap terpenuhi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga, memutuskan untuk datang mengunjungi dan memberikan langsung bantuan berupa hygiene kit berisi kebutuhan spesifik. Misalnya tongkat, senter, peluit, pembalut, hingga makanan pendamping ASI.

“Di Posko ini, kami mencatat ada 643 jiwa pengungsi yang terdiri dari 320 perempuan, 40 anak usia Balita, 144 anak usia 6-17 tahun dan 48 orang lansia. Kami memastikan terpenuhinya hak-hak perempuan dan anak dengan baik," jelasnya di Gedung KemenPPPA, Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Selain logistik, menurut Menteri Bintang, Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) akan mengoordinasikan hak anak lainnya yang harus segera dipenuhi pasca bencana. Seperti kegiatan belajar-mengajar, pengasuhan alternatif bagi anak-anak yang kehilangan orang tua, dan penggantian dokumen penting seperti akta kelahiran, rapor dan ijazah yang hilang. "Terkait hal ini kami akan menggandeng Forum Anak,” sambung Menteri Bintang

Menteri Bintang

(Foto Menteri Bintang : Setkab)

Tidak hanya pemberian bantuan logistik khusus untuk perempuan, anak-anak dan lansia, upaya pemberdayaan perempuan juga dilakukan. Tujuannya agar meskipun tengah mengungsi, para perempuan tetap bisa berdaya melakukan sesuatu yang bermanfaat.

Data tentang pelatihan apa yang diinginkan sudah dikumpulkan. Dari data di lapangan, mayoritas kaum perempuan di posko pengungsian tersebut ingin mendapatkan pelatihan tentang tata boga. Baru sisanya pelatihan lain, seperti berkebun hingga belajar dunia online.

“Kita sudah meresmikan posko ramah anak dan perempuan. Jadi posko ini terkait pengaduan, layanan psiko sosial dan pemenuhan kebutuhan spesifik dari perempuan dan anak-anak. Kami sudah data, apa sih skill yang ingin dimiliki. 92 persen perempuan di sana ingin pelatihan tata boga, 12 persen ingin pelatihan tentang keripik, sisanya ada yang ingin belajar online dan berkebun,” imbuhnya.

Menteri Bintang berharap, dengan berkoordinasi bersama lembaga terkait, yakni Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, dan Kementerian BUMN, dalam waktu dekat pelatihan-pelatihan tersebut sudah bisa dijalankan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini