nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Cuma Meghan Markle dan Putri Diana, Simak Daftar Royal Family yang Tanggalkan Gelarnya

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 15 Januari 2020 08:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 14 196 2152937 tak-cuma-meghan-markle-dan-putri-diana-simak-daftar-royal-family-yang-tanggalkan-gelarnya-2reelDTZfg.jpg Meghan Markle. (Foto: Reuters)

PANGERAN Harry dan sang istri, Meghan Markle pekan lalu membuat pengumuman mengejutkan. Mereka memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai dari keluarga kerajaan Inggris.

Mengejutkan memang, namun keputusan yang dilakukan Meghan dan Harry bukan kali pertama terjadi pada keluarga kerajaan. Jauh sebelumnya, juga sudah banyak para anggota keluarga kerajaan yang memilih untuk mundur dan mencabut gelar kerajaannya.

Mengutip People, berikut delapan bangsawan dari berbagai kerajaan dunia yang memilih mundur dan mencabut gelar kerajaannya.

Raja Edward VIII

hal ini menjadikan adik dari Raja Edward VIII, ayah dari Ratu Elizabeth II naik tahta menjadi raja.

Pada 1936, Raja Edward VIII memilih untuk mundur dari tahta, untuk menikahi perempuan Amerika, Wallis Simpson. Dengan mundur dari tahta kerajaan Inggris, hal ini menjadikan adik dari Raja Edward VIII, ayah dari Ratu Elizabeth II naik tahta menjadi raja.

Pangeran Andrew

Andrew merasa keterkaitan dengan Jeffrey, jadi gangguan dalam tugas kerajaan yang ia lakoni.

November 2019, Pangeran Andrew mengumumkan keputusannya untuk mengundurkan diri dari segala tugas resmi kerajaan. Hal ini terkait dengan hubungannya bersama, Jeffrey Epstein seorang pelaku tindak kriminal. Andrew merasa keterkaitan dengan Jeffrey, jadi gangguan dalam tugas kerajaan yang ia lakoni.

Putri Diana

yang sempat ia sandang. Sejak itu juga, protokoler kerajaan tidak lagi berlaku untuk mendiang Diana.

Bercerai dari Pangeran Charles pada 1996 silam, maka secara resmi ibu dari Pangeran William dan Pangeran Harry ini kehilangan gelar HRH ‘Her Royal Highness’ yang sempat ia sandang. Sejak itu juga, protokoler kerajaan tidak lagi berlaku untuk mendiang Diana.

Pangeran Philip

mengadopsi nama belakang kakek dan neneknya, Mountbatten.

Untuk menjadi Duke of Edinburgh, Pangeran Philip harus menanggalkan gelar kerajaan Denmark dan kerajaan Yunani yang ia miliki sebelumnya dan mengadopsi nama belakang kakek dan neneknya, Mountbatten.

Putri Anne

anak-anak mereka tumbuh sebagai orang biasa pada umumnya.

Anak-anak Putri Anne memang hadir dengan tidak memiliki jaminan gelar. Namun begitu lahir, memang langsung ditawari oleh Ratu. Tapi tawaran ini ditolak oleh Putri Anne dan sang suami, Mark Phillips. Sebab keduanya menginginkan anak-anak mereka tumbuh sebagai orang biasa pada umumnya.

Putri Martha Louise

Untuk konteks komersil, ia hanya menggunakan namanya semata, Märtha Louise.

Putri dari monarki Norwegia satu ini menolak untuk menggunakan gelar resmi kerajaan yang ia miliki, ‘Princess’ untuk konteks kegiatan komersilnya.

Gelar sebagai putri kerajaan tersebut hanya ia pakai ketika hadir sebagai mewakili Royal House, melaksanakan tugas resmi di Norwegia, luar negeri, dan konteks privat. Untuk konteks komersil, ia hanya menggunakan namanya semata, Märtha Louise.

Cucu-cucu kerajaan Swedia

gelar Their Royal Highnesses. Gelar yang tersisa hanyalah Pangeran dan Putri.

Agustus 2019, lima orang cucu Raja Carl XVI Gustaf dan Ratu Silvia, disebutkan bukan lagi resmi sebagai anggota Swedish Royal House setelah kakek mereka mencabut gelar Their Royal Highnesses. Gelar yang tersisa hanyalah Pangeran dan Putri.

Putri Ayako

 rakyat biasa dan menjadi Ayako Moriya, bukan lagi seorang putri kekaisaran Jepang.

2018, putri dari mendiang Pangeran Takamodo ini memilih untuk menikah dengan rakyat biasa dan menjadi Ayako Moriya, bukan lagi seorang putri kekaisaran Jepang.

Pangeran Michael of Kent

sehingga anak-anaknya tetap berada di garis suksesi alias penerus tahta kerajaan.

Demi menikahi Baroness Marie Christine von Reibnitz, kehilangan tempat sebagai urutan ke-15 di garis suksesi karena adanya undang-undang, Act of Settlement 1701. Namun telah dipulihkan pada 2015 lalu, setelah berlakunya Succession to Crown Crown 2013, sehingga anak-anaknya tetap berada di garis suksesi alias penerus tahta kerajaan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini