nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wabah Antraks Serang Jogja, Kenali Gejalanya Jangan Disepelekan!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 14 Januari 2020 16:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 14 481 2152730 wabah-antraks-serang-jogja-kenali-gejalanya-jangan-disepelekan-AGuJkSTOmO.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

WILAYAH Gunungkidul, Yogyakarta, diserang wabah yang diduga antraks. Sebanyak 12 warga diketahui terpapar penyakit ini akibat mengonsumsi daging dari hewan ternak yang mati mendadak.

Informasi yang beredar juga menjelaskan bahwa satu dari 12 orang yang terpapar wabah ini tewas pada Desember 2019. Sementara itu, 11 orang lainnya tengah dirawat intensif di RSUD Wonosari, Gunungkidul.

Antraks sendiri adalah penyakit infeksi sapi gila yang disebabkan bakteri Bacillus anthracis. Bakteri ini bisa masuk ke dalam tubuh dengan cara yang berbeda. Area yang terinfeksi akan punya kekhasan gejala.

Seperti dilansir dari Medical News Today, ada beberapa gejala yang bisa Anda kenali dari penyakit antraks ini sesuai dengan lokasi infeksi bakteri. Tapi, perlu Anda ketahui, gejala baru akan muncul sebulan setelah tubuh Anda terinfeksi bakteri. Jadi, apa saja gejala dari penyakit antraks?

perlu Anda ketahui, gejala baru akan muncul sebulan setelah tubuh Anda terinfeksi bakteri

Antraks kulit

Antraks yang paling banyak kasusnya adalah antraks kulit. Gejala yang biasanya muncul dari penyakit ini adalah terjadinya pelepuhan atau muncul benjolan kecil di kulit dan terasa gatal. Kemudian, luka bengkak tanpa rasa sakit dengan area berwarna hitam.

Antraks kulit juga bisa dikenali dari pembengkakan kelenjar getah bening dan jaringan terdekatnya. Gejala ini dianggap paling ringan, karena dengan perawatan yang tepat penyakit akan sembuh. Namun, jika tanpa perawatan, penyakit akan menjadi fatal dengan persentase sekitar 20 persen kasus.

Antraks gastrointestinal

Antraks ini biasanya berasal dari makan daging mentah atau setengah matang dari hewan yang terinfeksi. Antraks gastrointestinal biasa juga disebut dengan antraks saluran cerna dan gejalanya seperti sakit perut bahkan terjadi pembengkakan.

Kemudian, gejala lainnya adalah diare, demam tinggi, wajah dan mata memerah, sakit kepala, kehilangan selera makan, mual dan muntah, sakit tenggorokan sampai sulit menelan, terjadi pembengkakan kelenjar di area leher, hingga pasien mudah pingsan.

Antraks jenis ini bisa menyebabkan kematian jika pasien sama sekali tidak melakukan pengobatan atau perawatan intensif di rumah sakit. Namun, jika pasien segera mendapatkan tindakan medis, kesembuhannya meningkat sekitar 60 persen.

kesembuhannya meningkat sekitar 60 persen.

Antraks inhalasi

Antraks yang biasa disebut juga antraks pernapasan ini dikatakan paling mematikan. Sebab, ketika pasien tidak melakukan pengobatan, 90 persen diprediksi akan meninggal dunia.

Antraks inhalasi punya gejala yang khas juga, yaitu rasa tidak nyaman di dada, batuk darah, mual dan muntah, rasa sakit saat menelan, dan mengalami flu. Seiring perkembangan penyakit, pasien akan mengalami kondisi lanjutan seperti kesulitan bernapas meningitis, dan kejang.

Mencegah antraks

Ada cara sederhana yang harus diperhatikan untuk mencegah terjadinya antraks di dalam tubuh. Sebut saja tidak mengonsumsi daging sapi 'abal-abal'. Karena itu, sangat disarankan hanya mengonsumsi daging sapi yang disembelih dan dimasak.

Setelah itu, hindari kontak dengan kulit binatang mentah, terutama hewan seperti sapi, domba, dan kambing. Kemudian, bagi Anda yang pekerjaannya bersinggungan dengan bulu hewan, Anda mesti esktra hati-hati dan selalu menjaga kebersihan tubuh.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini