nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pneumonia Selalu Ada di Indonesia, Tapi Tidak Seperti di Tiongkok

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 14 Januari 2020 16:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 14 481 2152754 pneumonia-selalu-ada-di-indonesia-tapi-tidak-seperti-di-tiongkok-qVR0mN9phU.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KEJADIAN meninggalnya seorang pria di Wuhan, China akibat pneumonia misterius menjadi perhatian banyak orang di dunia. Bahkan pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan pernyataan agar warganya berhati-hati terhadap penyakit tersebut.

Kasus pneumonia misterius di Wuhan, Tiongkok yang merenggut nyawa satu orang tersebut terbilang langka. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab pneumonia.

pneumonia

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, pneumonia misterius itu disebabkan oleh virus baru yang masih misterius dan tidak diketahui jenisnya.

Virus tersebut telah menginfeksi 41 orang lainnya di Wuhan, 7 orang di antaranya berada dalam kondisi kritis.

Virus pneumonia yang membuat geger tersebut diduga berasal dari suatu pasar ikan. Sebab, mereka yang terjangkit virus rata-rata adalah pekerja pasar dan pembeli.

Informasi dari otoritas kesehatan Wuhan mengungkapkan, hingga kini belum ditemukan bukti adanya penularan virus ke sesama manusia.

Sementara itu, menurut Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono, kasus pneumonia seperti yang ada di Wuhan itu belum ditemukan di Indonesia saat ini.

"Pneumonia itu selalu ada di Indonesia. Tetapi yang unknown etiology diseases seperti yang ada di Wuhan, sampai dengan saat ini tidak ditemukan di Indonesia," ujar Anung saat dihubungi oleh Okezonelewat sambungan telepon, Selasa (14/1/2020).

Pneumonia dapat disebabkan oleh bakteri, virus, dan jamur. Diungkapkan oleh Anung, secara etiologis untuk di Indonesia sebagian besar pneumonia disebabkan oleh bakteri. Penyakit ini juga lebih banyak menyerang anak-anak.

Saat ditanya mengenai prevalensi pneumonia di Indonesia, Anung tidak memberikan informasi lebih lanjut. Menurutnya, data prevalensi pneumonia berbasis laporan. Jumlahnya tergantung dari keaktifan pelaporan kasus.

"Contohnya tahun lalu pada saat ada kebakaran hutan dan lain sebagainya, maka kasus pneumonia yang dilaporkan meningkat. Tetapi kalau yang diminta adalah data real di Indonesia, saya tidak berani menyebutkan karena datanya berdasarkan laporan," pungkas Anung.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini