nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Revenge Porn, Pelecehan Seksual Model Baru yang Disoroti KemenPPPA

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 15 Januari 2020 11:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 15 196 2153102 mengenal-revenge-porn-pelecehan-seksual-model-baru-yang-disoroti-kemenpppa-LwiGvo7L7n.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MARAKNYA kasus revenge porn yang membuat seseorang dapat ancaman penyebaran konten pribadi meresahkan banyak kalangan. Pemerintah menilai hal ini tergolong isu baru.

Kemajuan dunia digital memang bak dua sisi mata uang. Di satu sisi, bisa memudahkan berbagai aktivitas manusia. Di sisi lain, juga bisa menjadi bumerang. Termasuk maraknya kasus revenge porn.

Deputi Perlindungan Anak, KemenPPPA Nahar mengungkapkan, kasus revenge porn saat ini sudah cukup ramai diperbincangkan. Oleh karena itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mulai melek dengan adanya isu baru ini.

pelecehan seksual

“Iya dong kami di sini melek isu, kami merumuskannya jelas, ada landasan hukum yang jadi acuan. Di UU yang mengalami perubahan hingga 2016, ada yang khusus ada untuk kejahatan seksual," ujar Nahar saat dijumpai Okezone di Gedung KemenPPPA.

"Kaitannya kan dengan penyebaran konten pribadi, konten berbau seksual. Delik mana yang kena, misalnya terkait dengan penyebaran isu pornografi,” tambah dia.

Kasus revenge porn masuk dalam golongan pelecehan seksual yang dialami seseorang. Hal tersebut merupakan salah satu media balas dendam dari pelaku kepada korban dengan menyebarkan konten media berkonteks pornografi.

Nahar mengungkapkan, korban kasus revenge porn mengalami banyak dampak yang dirasakan. Selain trauma, ada hal lain yang mudah dialami seseorang.

“Dampaknya bisa menimbulkan tindak pemerasan, penipuan, lalu juga eksploitasi atau bisa juga kejahatan seksual, ya, karena konten pribadinya, misalnya kontennya itu hubungan intim,” jelasnya.

Kasus revenge porn sendiri, secara tindakan hukum bukan hanya bisa ditarik oleh UU ITE. Banyak hukuman lain yang menjerat pelaku pelecehan seksual, sesuai undang-undang yang berlaku.

Misal, jika korbannya masih masuk kategori usia anak-anak, secara tindakan hukum, Nahar menambahkan bisa juga menarik dari UU Perlindungan Anak.

“Misalnya anak korban pornografi, ya perempuan ada juga yang dari usia anak. Jika dewasa, paling tidak bisa menarik beberapa yang relevan dari peraturan UU ITE,” pungkas Nahar.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini