nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pola Asuh Orangtua Terlalu Mengatur, Ini 4 Dampak Buruk bagi Psikologis Anak

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 15 Januari 2020 15:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 15 196 2153186 pola-asuh-orangtua-terlalu-mengatur-ini-4-dampak-buruk-bagi-psikologis-anak-7knSQi5MvO.jpg Pola asuh orangtua (Foto: Parentscircle)

DISADARI atau tidak, banyak orangtua yang akhirnya terlalu mengatur hidup anak. Pola asuh yang seperti ini cukup mengkhawatirkan karena bisa berdampak buruk pada tumbuh kembang anak.

Tahukah Anda, jika memiliki orangtua dengan pola asuh terlalu mengatur atau kata lainnya over-controlling parent. Peluang anak memiliki sifat serta pola psikologis yang disebutkan bisa membuat hidup jadi lebih sulit.

Secara pola, ada dampak yang bisa dilihat pada anak-anak yang dibesarkan oleh orangtua yang terlalu mengatur alias over-controlling. Untuk mengetahuinya, berikut ulasan singkatnya di bawah ini.

Pola asuh

1. Kecemasan akut

Peluang untuk terus-terusan merasa cemas, atau merasa harus selalu waspada ini datang karena sebagian besar hidup mereka pada kenyataannya selalu dikendalikan, dimanipulasi, dikritik bahkan dihukum. Klik halaman selanjutnya untuk informasi lebih lengkap mengenai dampak pola asuh orangtua yang terlalu mengatur.

2. Cenderung perfeksionis 

Anak-anak yang dibesarkan oleh orangtua yang terlalu mengatur, disebutkan memiliki peluang untuk memiliki kecenderungan untuk perfeksionis. Mengapa? Karena biasa dihadapkan pada standar yang tidak realistis tersebut diterapkan pada diri mereka.

 Anak

3. Mengontrol orang lain

Dalam kehidupannya, anak-anak ini mungkin cenderung juga mengendalikan orang lain di sekitarnya. Sebab, mereka telah belajar bahwa jika menginginkan sesuatu dari orang lain, satu-satunya cara untuk mendapatkannya adalah dengan memanipulasi, mengendalikan atau menggertak orang tersebut.

4. Takut melakukan kesalahan 

Simpel saja, peluang ini bisa muncul karena anak-anak yang dibesarkan oleh orangtua yang terlalu mengatur, karena anak-anak ini secara konstan dihukum baik itu aktif atau pasif saat melakukan kesalahan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini