Korban Reynhard Sinaga Akan Dihantui Trauma Seumur Hidup

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 15 Januari 2020 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 15 196 2153222 korban-reynhard-sinaga-akan-dihantui-trauma-seumur-hidup-i32vnJm1Hh.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KASUS pemerkosaan terbesar di dunia yang dilakukan Reynhard Sinaga masih menjadi pembahasan hangat. Salah satu persoalan yang mendapat perhatian adalah nasib para korban yang jumlahnya hampir 200 orang.

Para korban pemerkosaan Reynhard Sinaga pastinya bakal mendapatkan dampak trauma yang buruk buatnya. Hal itu berlaku seumur hidupnya, bahkan tidak memandang status gender.

ilustrasi

Psikolog Ratih Ibrahim menerangkan, tak dapat dipungkiri korban pemerkosaan seperti kasus Reynhard Sinaga ini pasti akan mengalami trauma buruk. Bukan dari trauma pada bagian genetalnya saja, tetapi seluruh bagian dalam hidupnya.

"Bagian genital korban memang menjadi area yang akan dikhawatirkan, tapi sejatinya jati diri si korban yang paling bermasalah," tegasnya pada Okezone melalui sambungan telepon, Rabu (15/1/2020).

Lantas kenapa jati diri malah jadi masalah utamanya ya? Menurut Ratih, pada kasus pemerkosaan, pelaku dianggap menerobos batas paling privasi yang dimiliki manusia. Karena area tersebut paling dirahasiakan, makanya ketika ada trauma yang terjadi di sana, korban akan mengalami luka hati luar biasa.

"Karena pemerkosaan merusak jati diri, makanya trauma yang terjadi sangat berat dan korban akan dihantui bayang-bayang tersebut seumur hidup," ungkap Ratih.

Korban pemerkosaan memang akan menjalani hidup, tapi kondisinya tidak sama dengan orang yang bukan korban pemerkosaan. Sekali lagi, momok trauma seumur hidup itu tidak akan pernah hilang dan akan muncul kapan saja, sesuai dengan faktor pencetus trauma yang akan datang selama hidupnya.

Ratih juga menjelaskan apa saja trauma yang akan dialami korban pemerkosaan, selain yang sudah diterangkan di awal. Ia pun melanjutkan makna dari trauma ganda yang diterangkan sebelumnya.

Trauma yang bakal dialami korban pemerkosaan, menurutnya, bisa berupa kehilangan harga diri. Karena korban pemerkosaan merasa dirinya rendah atau tidak bernilai.

Selain itu, korban juga akan mudah menyalahkan diri sendiri, merasa tidak aman dengan lingkungan, meningkatkan kecemasan depresi dan muncul gejala-gejala post traumatic stress disorder (PTSD). Penjelasan ini pun diterangkan Ratih di Instagram @personalgrowthid.

"Semua kondisi trauma ini akan memengaruhi kestabilan emosi penyintas, menggangu fungsi keseharian mereka, bahkan lebih parahnya dapat berakibat timbulnya keinginan untuk bunuh diri," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini