nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ingin Program Bayi Tabung? Ketahui 7 Tahapan Ini

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 15 Januari 2020 19:42 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 15 481 2153355 ingin-program-bayi-tabung-ketahui-7-tahapan-ini-OtiJ0iT8RN.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

Berdasarkan data World Health Organization (WHO) satu dari dua pasangan di negara berkembang mengalami masalah infertilitas, tidak terkecuali pasangan di Indonesia. Bagi pasangan suami-istri yang sulit mendapatkan keturunan, biasanya sudah familiar dengan solusi program bayi tabung.

Teknologi bayi tabung (in-vitro fertilization/ IVF) dikenal sebagai salah satu upaya program kehamilan yang dapat membantu pasangan suami-istri mendapatkan keturunan.

Seperti dikatakan Dr.Eeson Sinthamoney, Obstetrics dan Gynaecology dari Sunfert International Fertility Centre, Malaysia, sederet persiapan sebelum melakukan program bayi tabung harus dijalani para calon orangtua. Bukan hanya soal biaya, tapi juga pastinya persiapan fisik, mulai dari asupan makanan, nutrisi tambahan, hingga menghilangkan kebiasaan buruk seperti merokok.

konsultasi

(Foto : Heru Haryono/Okezone)

“Makanan dijaga, saya anjurkan juga minum suplemen untuk nutrisi tambahan, misalnya vitamin B. Lalu kebiasaan merokok dan minum alkohol, bagi pria dan perempuan sama –sama buruk bagi kesehatan, mengecilkan peluang untuk hamil,” ungkap Dr.Eeson saat dijumpai dalam gelaran, “Malaysia Healthcare Hadirkan Program Harapan Dua Garis”, Rabu (15/1/2020) di kawasan Jakarta Pusat.

Setelah yakin mau melakukan program bayi tabung (IVF), sebaiknya memang pasangan suami-istri sudah mencari tahu dan memahami dulu apa saja sebetulnya tahapan-tahapan program bayi tabung.

Dari informasi yang dipaparkan oleh salah satu rumah sakit di Malaysia, Island Hospital secara gambaran umum ada sekitar tujuh tahapan dalam program bayi tabung. Berikut di bawah ini penjelasan singkatnya.

1. Konsultasi

Pertama yang harus dilakukan adalah berkonsultasi dan melakukan pemeriksaan dengan dokter, misalnya pemeriksaan sperma untuk suami dan USG kista serta miom terhadap istri. Dengan konsultasi dan pemeriksaan, rencana perawatan apa saja yang akan dilakukan bisa didiskusikan.

konsultasi

2. Minum obat

Di hari kedua hingga hari ke-14, tahapannya adalah memasukkan obat kesuburan, dengan cara disuntik.

3. Pengambilan sel telur

Sebagai tahapan ketiga, di hari ke-15 dilakukan egg retrieval atau pengambilan sel telur. Di tahap ini akan dilakukan tindakan penyuntikan GnRH, untuk memicu pematangan pembentukan sel telur (oosit).

Bayi Tabung

4. Fertilisation

Di hari yang sama, sample sperma juga akan dikumpulkan dan dibersihkan. Ahli embrio akan mengambil sperma lalu menginjeksinya langsung ke sel telur yang sudah matang.

5. Embryo culture

Tahapan selanjutnya, di hari ke-16 embrio akan disimpan di inkubator selama tiga hingga lima hari, lamanya tergantung pada kualitas embrio itu sendiri.

6. Memilih jenis treatment

Di hari ke-21, di waktu inilah akan diputuskan treatment apa yang akan dipilih. Apakah metode transfer embrio (embrio akan ditempatkan ke dalam rahim), embryo freezing (embrio akan dibekukan untuk ditransfer di siklus selanjutnya), atau Pre-implantation Genetic Testing for Aneuploidies atau PGT-A (dilakukan tes genetik pada sel-sel embrio).

7. Tes kehamilan

Tes Kehamilan

Sebagai langkah pamungkas, tepatnya di hari ke-25, setelah dua pekan transfer embrio maka tes kehamilan akan dilakukan. Jika hasilnya positif, maka dokter akan menjadwalkan sesi pemeriksaan selanjutnya (termasuk di dalamnya periksa USG). Jika, tes kehamilannya menunjukkan hasil negatif, maka bisa direncakan untuk transfer embrio di siklus lain jika memang ada embrio yang tersimpan.

Di kesempatan yang sama, Dr Eeson menambahkan, memang berat badan identik dengan masalah kaum perempuan. Namun dalam hal program bayi tabung ini, baik pihak suami maupun istri, harus juga melakukan weight management dengan tepat sebelum melakukan prosedur program bayi tabung.

“Menjaga berat badan ya, sebab weight management itu penting, makin tinggi berat badan maka peluang untuk bisa hamil itu semakin kecil,” pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini