Mengenal Virus Korona, Dalang di Balik Pneumonia Misterius China

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 15 Januari 2020 20:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 15 481 2153360 mengenal-virus-korona-dalang-di-balik-pneumonia-misterius-china-qJrVio3glZ.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menduga kasus pneumonia yang terjadi di China disebabkan oleh virus corona. Virus corona sendiri merupakan bagian dari virus yang dapat menyebabkan sejumlah infeksi mulai dari pilek hingga SARS.

Coronavirus adalah jenis virus yang biasanya mempengaruhi saluran pernapasan mamalia, termasuk manusia. Mereka berhubungan dengan pilek, pneumonia, dan sindrom pernafasan akut yang parah (SARS) dan juga dapat mempengaruhi usus.

Melansir, medicalnewstoday, coronavirus pertama kali terjadi pada tahun 1937, dari virus bronkitis menular pada unggas yang memiliki kemampuan untuk menghancurkan stok unggas secara serius. Virus ini pun terjadi antara 15-30 persen pilek biasa.

Virus corona sendiri, bisa berkembang dan menyebabkan SARS dan MERS.

Selama 70 tahun terakhir, para ilmuwan telah menemukan bahwa virus corona dapat menginfeksi tikus, tikus, anjing, kucing, kalkun, kuda, babi, dan ternak. Virus corona sendiri, bisa berkembang dan menyebabkan SARS dan MERS.

Virus corona atau yang memiliki nama ilmiah Human coronaviruses (HCoV), pertama kali diidentifikasi pada tahun 1960 di hidung pasien yang memiliki flu biasa. Dua coronavirus manusia bertanggung jawab atas sebagian besar flu biasa OC43 dan 229E.

Coronavirus diberi nama berdasarkan proyeksi seperti mahkota di permukaannya. "Corona" dalam bahasa Latin berarti "halo" atau "mahkota."

Pada manusia, infeksi paling sering terjadi adalah selama musim dingin dan awal musim semi. Tidak jarang, seseorang yang menderita flu yang disebabkan oleh coronavirus bisa tertular lagi empat bulan kemudian.

disebabkan oleh coronavirus bisa tertular lagi empat bulan kemudian.

Ini karena antibodi coronavirus tidak bertahan lama. Juga, antibodi untuk satu jenis coronavirus mungkin tidak berguna terhadap jenis lainnya.

Corona pun hanya seperti pilek atau flu biasa, yang terjadi mulai dari dua hingga empat hari setelah infeksi coronavirus, dan biasanya ringan.

Gejalanya meliputi bersin, pilek, kelelahan, batuk dan dalam kasus yang jarang terjadi, demam dan sakit tenggorokan memperburuk asma.

Virus korona manusia tidak dapat diolah di laboratorium dengan mudah, tidak seperti rhinovirus, penyebab lain flu biasa. Ini membuat ilmuwan sulit untuk mengukur dampak coronavirus pada ekonomi nasional dan kesehatan masyarakat.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini