Jangan Anggap Sepele, Asap Rokok Bisa Sebabkan Anak Terkena Pneumonia!

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 16 Januari 2020 00:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 15 481 2153419 jangan-anggap-sepele-asap-rokok-bisa-sebabkan-anak-terkena-pneumonia-CGhATldai0.jpg Ilustrasi (Foto : Medicalexpress)

Penyakit pneumonia mendadak jadi perbincangan hangat publik setelah memakan satu korban di China. Meski hingga saat ini, penyebab pneumonia pada anak belum diketahui secara pasti, dr. Mayung Sambo Sp.A(K) mengatakan bahwa pneumonia bisa disebabkan oleh asap rokok.

Menurut penjelasannya, asap rokok mengandung berbagai iritan atau zat-zat yang bisa menimbulkan masalah terhadap saluran pernapasan. Nah, mengingat tubuh anak cenderung lebih kecil, alhasil diameter saluran pernapasannya juga relatif lebih sempit.

Alhasil dampak yang ditimbulkan oleh paparan asap rokok bisa beberapa kali lebih buruk terhadap tubuh mereka dibandingkan orang dewasa.

Asap Rokok

"Karena sifatnya iritasi, saluran nafas jadi rentan terserang infeksi apalagi bila di sekitar anak ini juga ada virus, bakteri, jamur atau alergen penyebab infeksi seperti asap rokok?" ungkap dr. Mayung Sambo, saat ditemui di Gedung Adyatma, Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Rabu 15 Januari 2020.

Dokter Mayung menambahkan bahwa asap rokok juga dapat meningkatkan risiko pneumonia pada anak. Pasalnya, insult atau serangan yang ditimbulkan oleh asap rokok ini dapat menimbulkan cedera, serta menyebabkan efek yang sifatnya akut.

Maka dari itu, untuk mencegah dan meminimalisir risiko pneumonia pada anak, Mayung mengimbau agar setiap orangtua menghentikan kebiasan merokoknya.

Berhenti Merokok

"Mau tidak mau ya orangtuanya harus berhenti merokok. Karena pajanan asap rokok itu ada tiga layer. Pertama perokok aktif kalau dia hirup asap dia yang kena sendiri. Tapi ketika dia menghembuskan asap rokok, itu tercipta pajanan kedua dan ketiga. Istilahnya secondhand exposure," tegas dr. Mayung.

Secondhand exposure adalah kondisi asap rokok dihembuskan ke mana-mana hingga memunculkan istilah, perokok pasif. Perlu diingat pula bahwa paparan asap rokok yang diterima para perokok pasif itu sebetulnya masih tersisa di mulut, kulit, dan baju.

"Sama juga dengan perokok aktif kalo dihembus menempel juga di baju. Jadi waktu dia pulang dan langsung gendong atau mencium anaknya, itu bisa nempel juga. Jadi memang harus dibersihkan. Karena anak-anak dan bayi adalah kelompok usia sangat rentan terkena exposure," terangnya.

Asap Rokok

"Kalau ada bayi atau anak yang terserang pneumonia, ya kemungkinan besar dari paparan asap rokok itu. Dari IDAI sendiri sudah mensosialisasikan bahwa lingkungan paling optimal untuk tumbuh kembang anak ya orangtuanya berhenti merokok," tandasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini