Benarkah Reynhard Sinaga Psikopat? Coba Kenali Ciri-cirinya

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 16 Januari 2020 10:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 16 196 2153562 benarkah-reynhard-sinaga-psikopat-coba-kenali-ciri-cirinya-yJiigOsKDt.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BANYAK spekulasi berkembang terkait kasus pemerkosaan terbesar di dunia yang dilakukan Reynhard Sinaga. Psikolog Ratih Ibrahim menyebut bahwa ada ciri-ciri psikopat di dalam diri pria berusia 36 tahun itu.

Anggapan ini bukan tanpa alasan, karena ada salah satu kaitan jumlah korban yang diperkosa mencapai hampir 200 pria. Makanya, Inggris pun dengan tegas menyatakan bahwa kasus pemerkosaan Reynhard Sinaga ini terbesar di dunia.

Tapi, apakah memang Reynhard Sinaga merupakan psikopat? Menjawab pertanyaan ini, Ratih Ibrahim membenarkan kalau dia adalah psikopat. Sebab, ada beberapa indikasi yang menunjukkan bahwa Reynhard Sinaga mengalami gangguan mental.

psikopat

Sebelumnya Ratih Ibrahim menerangkan, kekerasan yang paling serius adalah kekerasan seksual. Sementara pemerkosaan merupakan kasus kekerasan seksual yang paling kejam. Korbannya pun akan mengalami trauma berat sepanjang hidupnya.

Ratih Ibrahim menyebutkan, apa yang dilakukan Reynhard Sinaga mengarah pada perilaku psikopat. Sebut saja bagaimana dia mengincar korbannya. Sementara kejahatan yang dilakukan Reynhard Sinaga memang sudah dianggapnya bukan masalah, padahal ini keliru.

Dalam membahas benarkah Reynhard psikopat, Ratih Ibrahim menggunakan beberapa indikasi. Mulai dari faktor interpersonal, faktor afektif, pola hidup impulsif, hingga perilaku antisosial.

Di faktor interpersonal, sebut Ratih Ibrahim, Reynhard Sinaga mengintai dan merencanakan tindak kejahatan secara rapi dan terstruktur, serta tampil menawan dan memesona. Ia bahkan dengan berani membagikan video perilakunya dengan penyintas ke teman daringnya.

infografis psikopat

"Ini bisa diketahui dari intensitas perilaku ini yang terbilang sering dilakukan dan juga dia berani merekamnya," ungkap Ratih melalui sambungan telepon pada Okezone, Rabu 15 Januari 2020.

Kemudian, pada faktor afektif, Reynhard Sinaga tidak merasa bersalah pun tidak memiliki kepedulian serta empati pada penyintas. Setelah itu, di pola hidup impulsif, perlu Anda ketahui bahwa Reynhard Sinaga menikmati kasusnya itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini