Gas Elpiji Bakal Naik, Hemat Mana Rebus atau Goreng Makanan? Ini Kata Chef

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 16 Januari 2020 18:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 16 298 2153904 gas-elpiji-bakal-naik-hemat-mana-rebus-atau-goreng-makanan-ini-kata-chef-ty7djrU0Sd.jpg Tips Memasak (Foto: Webrestaurant)

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dikabarkan akan segera menarik subsidi gas elpiji 3 kg, pada pertengahan tahun nanti. Bila sebelumnya tabung gas elpiji 3 kg dibanderol seharga Rp18 ribu, harganya nanti akan menyentuh Rp35 ribu per tabung.

Hal ini rupanya memicu pro dan kontra di kalangan masyarakat Indonesia. Tak sedikit yang mempertanyakan nasib masyarakat miskin akibat dampak dari kebijakan kenaikan harga gas elpiji tersebut.

Gas Elpiji 3 kilogram

Wacana kenaikan gas elpiji 3 kg ini pun berhasil menarik perhatian Pakar Kuliner Indonesia, Sisca Soewitomo. "Loh? Kapan naiknya? Atau sudah naik toh?," ujar Sisca Soewitomo saat dimintai tanggapan oleh Okezone via sambungan telepon, Kamis (16/1/2020).

Sebagai salah satu pelaku bisnis kuliner yang masih aktif hingga saat ini, wajar bila Sisca merasa terkejut mendengar wacana kenaikan gas elpiji tersebut. Bagaimana tidak, kenaikan harga ini tentu akan memengaruhi bisnis makanan yang telah ia rintis, maupun biaya yang harus ia keluarkan untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

Kendati demikian, Sisca tidak mau berkecil hati. Ia bahkan sempat membeberkan beberapa tips ampuh menghemat penggunaan gas saat memasak. Berdasar penjelaskannya, tips pertama dan paling penting yang harus diperhatikan masyarakat Indonesia adalah menentukan bahan makanan dan teknik yang akan digunakan.

"Kalau mau masak ubi. Sudah jelas paling cepat ya digoreng. Begitu panas, bisa langsung dimasukkan dan digoreng sampai warnanya berubah. Tapi kalau dikukus atau direbus itu kan membutuhkan waktu yang lama, agar matangnya sampai ke dalam," terang Sisca.

Poin yang sama juga berlaku untuk makanan berbahan dasar daging ayam. Sisca tidak memungkiri bahwa untuk membuat olahan ayam goreng yang lezat, dagingnya terlebih dahulu harus melalui proses perebusan atau diungkep dengan sejumlah bumbu tanbahan.

"Tekstur daging ayam mentah itu kan cenderung basah. Jadi untuk menghilangkan kadar airnya memang harus diungkep dulu, supaya bumbunya juga meresap. Setelah itu baru digoreng untuk menambahkan warnanya saja," jelas Sisca Soewitomo.

"Tapi kalau harus diungkep dulu kan makan waktu lagi. Kalau mau hemat, daging ayam mentah bisa langsung digoreng. Paling hanya memakan waktu kurang lebih 10 menit saja. Ingat, minyaknya harus panas dulu di suhu 60 derajat celcius, supaya pori-porinya langsung menutup," timpalnya. 

Selain memilih teknik memasak yang tepat, jumlah atau porsi makanan yang hendak diolah pun bisa membantu menghemat gas. Sisca menyarankan agar masyarakat membuat masakan berporsi besar.

"Intinya jangan masak yang durasinya panjang. Bisa diakali dengan membuat tumisan. Sekali waktu boleh bikin rendang, tapi porsinya jangan sedikit. Sekalian saja masak 2 kg karena masak rendang itu bisa sampai 3 jam," tegas Sisca.

"Nanti, porsi yang besar ini kan bisa dibagi-bagi dan disimpan. Apalagi rendang itu bisa bertahan sampai berbulan-bulan. Jadi kita memang harus pintar-pintar memanfaatkan keadaan," tuturnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini