nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anak Mulai Coba-Coba Merokok, Orangtua Harus Lakukan Ini

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 16 Januari 2020 13:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 16 481 2153696 anak-mulai-coba-coba-merokok-orangtua-harus-lakukan-ini-PkoVNTu91c.jpg Ilustrasi (Foto : Helpguide)

Jumlah perokok muda di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Prevalensi perokok di Indonesia memang termasuk salah satu yang tertinggi di dunia dengan persentase anak dan remaja yang merokok tumbuh secara signifikan setiap tahunnya.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), satu dari lima anak dan remaja Indonesia dikategorikan sebagai perokok, membuat negara kita menjadi negara dengan proporsi perokok muda terbesar di kawasan Asia Pasifik. Tingkat merokok di kalangan anak-anak usia 10-14 pun meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut penjelasan dr. Catharine Mayung Sambo dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ada beberapa faktor yang memicu dan meningkatkan keinginan anak-anak untuk merokok, terutama faktor lingkungan.

"Anak-anak itu paling senang mencontoh. Baru lihat sesuatu yang barus sudah menimbulkan keinginan untuk ikut. 'Jadi mereka berpikir oh rokok itu apa ya, aku juga mau tahu' pasti selalu berpikir seperti itu anak-anak. Hal ini biasanya dimulai di lingkungan sekitarnya, termasuk keluarga," terang dr. Catharine Mayung Sambo, saat ditemui Okezone di Gedung Adyatma, Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Rabu (15/1/2020).

Berhenti Merokok

Selain itu, pada titik-titik tertentu, anak memiliki kecenderungan untuk mengeksplorasi sesuatu yang baru. Hal ini sangat berkaitan dengan perkembangan mental mereka, dan biasanya terjadi saat beranjak remaja.

Persoalan ini sebetulnya bisa dicegah dengan memberikan contoh yang baik dari lingkungan keluarganya sendiri. Kalau contoh di rumah adalah orang tidak merokok dan kesehatannya baik, Mayung mengatakan bahwa contoh yang baik itu akan menanamkan perilaku baik pada anak dan remaja di kemudian hari. "Tapi kalau dia sampai coba-coba, itu sudah cukup memberikan pengaruh ke otak dan menimbulkan adiksi, dia akan pengen lagi pengen lagi tanpa bisa menjelaskan kenapa pengen lagi," tegasnya.

Lalu, langkah apa yang harus diambil saat mengetahui bahwa anak sudah terlanjur kecanduan rokok? Terkait hal ini, dokter Mayung mengatakan, sang anak harus segera diberikan bimbingan konseling.

Selain itu, orangtua pun harus rutin berkonsultasi kepada dokter anak, sehingga mereka tahu betul langkah-langkah yang harus diambil untuk menghilangkan kebiasaan tersebut.

Berhenti Merokok

"Komunikasi juga harus dilakukan. Beri tahu mereka bahwa merokok itu memang bahaya, kasih contoh-contohnya bukti orang yang sakit karena merokok. Kalau misalnya orangtuanya enggak merokok, dijelasin itu baik demi kesehatan, kalau sekali nyoba itu mau lagi, efek jangka panjangnya merugikan jadi harus komunikasi," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini