Ini Alasan Program Nusantara Sehat Kurang Diminati Dokter

Kamis 16 Januari 2020 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 16 481 2153842 ini-alasan-program-nusantara-sehat-kurang-diminati-dokter-V7FEAF31F4.jpg Ilustrasi dokter (Foto: Suncoastdaily)

SEBAGAI salah satu prioritas kunci dalam peningkatakan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI meluncurkan program Nusantara Sehat (NS).

Program Nusantara Sehat (NS) sudah dijalankan dan telah menjangkau lebih dari 2.162 Puskesmas di Daerah Perbatasan, terpencil, dan Kepulauan (DTPK) di 276 kabupaten atau kota.

Program tersebut telah mengirimkan 8.875 tenaga kesehatan dalam tim ataupun perorangan, yang terdiri atas tenaga medis, perawat, bidan, kefarmasian, kesehatan masyarakat, gizi dan laboratorium.

 Ilustrasi rumah sakit

"Program ini mendapatkan banyak sekali respons positif masyarakat, khususnya bagi NS dalam bentuk tim. Namun demikian, sangat disayangkan kurangnya peminat dari tenaga medis khususnya dokter. Karena jumlah dokter hanya 4,5% dari jumlah keseluruhan tenaga yang dikirimkan," tandas Dekan FK UII dr Linda Rosita Mkes Sp PK dalam sambutan pengambilan sumpah dan pelantikan 15 dokter baru lulusan FK UII di Gedung Perpustakaan Hatta UII Jalan Kaliurang Sleman, Rabu 15 Januari 2020, seperti dikutip KRjogja.

Lulusan pendidikan dokter terbaik diraih dr Hifzhan Maulana Ghiffary dengan IPK dokter 3,64. Sedang nilai terbaik UKMPPD diraih dr Imtina Ahda dengan nilai CBT UKMPPD 88,5.

Karena itu menurut Linda, forum ini sebagai upaya untuk mensosialisasikan program NS agar para lulusan dokter FKUII dapat mengikuti program ini setelah menyelesaikan program internship.

Visi 'rahmatan lil alamiin' lain yang harus dipahami adalah bagaimana dokter lulusan FK UII memiliki jiwa pengabdian untuk wilayah yang sulit dijangkau akses kesehatan, dengan mengikuti program NS.

Saat ini tercatat 142.119 dokter yang terdaftar. Rasio dokter saat ini adalah 51,7 dokter per 100.000 penduduk dengan target rasio 45 dokter. Artinya secara rasio sudah terpenuhi, namun masih terdapat 7,4% Puskesmas yang tidak memiliki dokter.

"Hal ini disebabkan karena tidak meratanya distribusi dokter. Sebagian besar dokter memilih berkarir di kota besar khususnya Jawa yang saat ini rasionya sudah mencapai 181,8 dokter per 100.000 penduduk, bandingkan dengan Provinsi Sulawesi Barat hanya 11,8 dokter per 100.000 penduduk," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini