nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Yuni Shara Berkisah Rumahnya yang Sempat Terendam Banjir

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 16 Januari 2020 17:59 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 16 612 2153884 yuni-shara-berkisah-rumahnya-yang-sempat-terendam-banjir-9Godsr3Sek.jpg Yuni Shara kebanjiran (Foto: Inst)

Beberapa waktu lalu netizen dihebohkan dengan penampilan Yuni Shara saat rumahnya terendam banjir. Wanita cantik tersebut terlihat mengenakan celana jeans pendek dan kaos saat air melalap sebagian dari istana pribadinya.

Alhasil unggahan yang ia muat di akun Instagram pribadinya @yunishara36 mendadak viral dan menjadi perbincangan para netizen. Saat ditemui Okezone dalam acara Festival Imlek baru-baru ini, Yuni Shara yang berusia 47 tahun tersebut mengaku bahwa tidak menyangka unggahan foto banjirnya tersebut bisa viral.

 Yuni Shara kebanjiran

Yuni mengatakan, celana pendek yang ia kenakan dalam foto tersebut diambil sedapatnya ketika kondisi air di dalam rumahnya sudah naik.

“Saya harus cari celana pendek, gak mungkin kan pakai celana panjang jadi ambil sedapetnya. Kaos juga sedapatnya, itu rambut masih basah juga karena saya mandi baru habis keramas. Bahkan saat turun pun belum sempat nyisir,” terang Yuni belum lama ini.

Mengenai sepatu boot yang dikenakan Yuni saat berfoto, yuni pun menceritakan bahwa benda kesayangannya tersebut telah dimilikinya selama 10 tahun lamanya.

Sepatu tersebut rupanya sengaja dibeli oleh Yuni khusus untuk musim hujan dan mengatasi banjir. Sepatu itu bertugas untuk membantu Yuni saat menolong orang lain yang sedang tertimpa musibah banjir.

“Biasanya saya menolong mereka (korban banjir), tapi tahun ini saya yang menolong diri sendiri. Ini pertama kali banjir. Biasanya saya turun ke Ciliwung muter-muter,” lanjutnya.

Singkat cerita Yuni mengaku bahwa ketika 30 Desember 2019 ia masih menerima tawaran manggung di Manado. Selain itu anak-anak juga ingin menghabiskan tahun baruan bersama. Padahal kakak Krisdayanti ini memiliki kebiasaan untuk pergi umroh setiap akhir tahun. Usai dari Manado, Yuni pun bertolak ke Jakarta dan berlanjut menuju Bali.

Sesampainya di Bali, ia mengaku khawatir dengan sang bunda karena ditinggal seorang diri di Jakarta. Kejadian tak terduga pun terjadi keesokan harinya.

Sekira pukul 05.15 WIB Yuni membuka gorden dan melihat debit air sudah mencapai pagar rumahnya. Meski demikian, ia tetap santai karena yakin tidak akan terjadi apa-apa dengan rumahnya.

“Pukul 6.30 WIB biasa waktunya ngopi dan ngobrol sama tanaman saya. Pas saya mau ngobrol sama tanaman, saya lihat separuh lidah buaya sudah terendam air. Saya pikir gak apa-apa lah, lanjut ngopi,” sambungnya.

Hingga sekira pukul 08.00 debit air benar-benar sudah naik dan Yuni pun memutuskan untuk menggulung karpetnya dan menempelinya dengan lakban supaya tidak terendam banjir. Namun sayang usahanya tidak berjalan lancar karena air sudah masuk dengan deras melalui lubang kamar mandinya.

“Saya ke kamar mandi, gatau dari situ lah air keluar dari lubang. Karpet di kamar mandi belum sempat diangkat. Dari situ saya sadar kenapa harus pulang cepat. Saya harus ke mama, yang kala itu sedang sakit. Adik saya juga bedrest. Tanpa beban dan rasa panik segala macam, saya nikmatin waktu yang Tuhan kasih karena banyak yang lebih susah dari saya,” pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini