nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Curhat Aurora Pekerja Kantoran yang Punya Bos dari Generasi 'Boomers'

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 18 Januari 2020 00:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 17 196 2154565 curhat-aurora-pekerja-kantoran-yang-punya-bos-dari-generasi-boomers-0k8ErDbHbS.jpg Ilustrasi (Foto : Boldsky)

Saat pekerja kantoran milenial bekerja di bawah kekuasaan generasi boomers, akan ada hal yang tak sejalan dan ini biasanya dianggap masalah. Sebut saja cara berkomunikasi yang tak sepaham.

Hal ini dialami Aurora. Bekerja di sebuah perusahaan dengan bos dari kalangan generasi boomers membuatnya harus banyak sabar. Sebab, sebagai pekerja kantoran dirinya seperti jadi lebih sering mengalah karena apa yang dia sampaikan kerap tak dianggap atau diabaikan.

Pemikiran yang mungkin bisa menjadi ide baru malah dianggap salah dan kejadian ini sering ia alami. Padahal sebelumya, bos berkata 'sampaikan saja, bebas'.

"Situasinya kayak gini, saat kita anak muda diminta ide atau semacamnya, kemudian kita sampaikan, eh dinilai kurang pas. Nahasnya, ide tersebut kerap tetap harus dikerjakan dan kalau hasilnya buruk, bos bakal ungkit itu sebulanan," keluhnya pada Okezone melalui pesan singkat, Jumat 17 Januari 2020.

Pekerja Kantoran

Tidak hanya itu, masalah komunikasi menjadi poin penting yang bagi AUrora sulit untuk diatasi. Ya, dia merasa semacam ada 'gap' antara generasi milenial dengan boomers. Cara komunikasi semacam ini yang membuat dirinya secara tidak langsung 'sikut-sikutan' secara personal dengan orang lain di tim yang sama.

"Padahal, di mana-mana, satu tim itu mengejar 'achieve' bersama dengan kerjasama. Lah, ini, si bos lebih suka condong ke orang yang baginya kompeten saja. Tidak memberi kesempatan yang sama pada yang lain," ungkap Aurora.

Hal unik lainnya yang dialami Aurora adalah lawakan yang diciptakan boomers kadang tidak enak didengar alias 'garing'. Kondisi semacam ini yang kadang membuatnya canggung.

"Mau ketawa, tapi nggak lucu, tapi mesti ketawa. Ya, jadinya ketawa tapi nggak ketawa," katanya lantas tertawa.

So, apa sikap Aurora selama ini?

Dia mengaku lebih memilik diam. Sebab, baginya itu adalah sikap yang tepat daripada mengeluarkan ide tapi dianggap kurang oke.

"Nggak enaknya itu, awalnya nge-oke-in, tapi pas dijalanin, harus balik ke rencana awal. Jadi, semacam bikin capek saja," keluhnya.

Sikap diam ini juga kerap dia dan teman-teman terapkan saat berada di situasi rapat. "Diam udah paling bener deh," singkatnya.

Pekerja Kantoran

Meski Aurora merasa memiliki bos dari generasi 'boomers' itu melelahkan batinnya, ia tetap senang dengan bosnya itu. Sebab, di beberapa kasus, bosnya bisa pasang badan dan menganggap karyawannya seperti anak atau keluarganya sendiri.

"Jadi, pernah aku mau nego gaji ke HRD, itu dibantu sama bos aku. Pun juga kalau masalah izin, bos aku memahami banget dengan mewajarkan izin tanpa surat," tambahnya.

Jadi, meski banyak tidak enaknya, Aurora tak menampik bahwa dirinya juga merasakan sisi positif dari bos boomers. Hayo, apakah Kamu juga merasakan hal yang sama dengan Aurora?

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini