nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Aqila Bocah 2 Tahun Pengidap Leukemia

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 17 Januari 2020 12:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 17 481 2154196 kisah-aqila-bocah-2-tahun-pengidap-leukemia-nYdzqkIjfz.JPG Kisah Aqila bocah 2 tahun pengidap leukemia (Foto : Sukardi/Okezone)

Annida Fikriyah tidak tahu bahwa suhu tubuh sampai 41 derajat selsius menjadi tanda awal anaknya, Aqila Nafeeza Shafana, terdiagnosa kanker darah atau leukimia.Kondisi ini dialami anaknya sebulan.

Ya, suhu tubuh Aqila sangat panas tapi juga mudah turun, tak terpikir leukemia. Kondisi suhu tubuh tinggi tidak hanya terjadi di malam hari seperti pasien tifus, tetapi bisa kapan saja. Ini yang membuat bocah berusia 2 tahun tersebut bisa tiba-tiba saja terbujur lemas.

Tidak bisa melihat anaknya sakit berlarut-larut, Annida kemudian membawa Aqila ke Puskesmas Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Di sini Aqila cek darah dan diketahui bahwa HB-nya 6.

"Dokter di puskesmas mendiagnosa Aqila itu anemia karena darahnya rendah banget," ungkap Annida saat ditemui Okezone di kediaman pribadinya di daerah Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis 16 Januari 2020.

Kisah Anak Pengidap Kanker

Setelah itu, Aqila dirujuk ke RSUD Kebayoran Baru. Meski tahu suhu tubuhnya panas, sambung Annida, Aqila tetap saja main dan tak terlalu menggubris kesehatannya. "Ya, namanya juga anak-anak, ya," singkat Annida.

Di RSUD Kebayoran Baru, Aqila dirawat secara intensif selama 5 hari. Meski dapat penanganan medis intens, HB Aqila malah turun. Kondisi ini yang membuat bocah tersebut dirujuk ke bagian hematologi RS Harapan Kita Jakarta.

Diagnosa Leukimia keluar

Aqila pun melakukan tes darah kembali dan hasil menunjukan bahwa bocah perempuan itu kemungkinan mengidap leukimia. Dokter pun melakukan tes lanjutan yaitu bone marrow puncture (BMP) atau aspirasi sumsum tulang.

"Awalnya, kemungkinan leukimia yang diderita Aqila itu 45 persen. Tapi, setelah hasil pemeriksaan BMP keluar, leukimia yang diderita Aqila semakin jelas yaitu 78 persen," ungkap Annida sedikit bergetar.

Kisah Anak Pengidap Kanker

Diagnosa tersebut membuat hati Annida hancur. Anaknya tersebut menderita penyakit berat dan dirinya tak kuasa melihat sang anak menderita. Tapi, Annida punya prinsip bahwa buat apa ditangisi berlarut-larut, tidak akan memberi hasil apa-apa.

Aqila pun memulai perjalanan medisnya. Pertama kali, ia mendapatkan transfusi darah. Kemudian, kemoterapi pun dilakukan pada Agustus 2019 setelah Idul Adha.

"Awal terapi Aqila lemas banget. Bahkan, pernah setelah kemoterapi badan aqila ngedrop, suhu tubuhnya panas banget. Saya khawatir dia kejang akhirnya saya bawa ke rumah sakit lagi," papar Annida.

Rambut Aqila mulai rontok

Setelah 2 minggu pasca kemoterapi pertama kali, rambut Aqila mulai rontok. Selain itu, kakinya pun mulai lemas dan sulit untuk berdiri. Tidak hanya itu, tanda lain yang muncul setelah kemoterapi adalah timbul merah-merah di kulitnya.

Kisah Anak Pengidap Kanker

"Sebelum kemoterapi, Aqila seperti anak lainnya. Dia main sana-sini lari kemana-mana," tutur Annida.

Kemoterapi selama 2 tahun harus dijalani Aqila dan sampai sekarang baru melewati 5 bulan. Durasi akan semakin lama jika sel kanker dalam tubuh terus bertambah dan menyebar.

"Tapi Alhamdulillah, sel kanker di tubuh Aqila sisa 2 persen lagi setelah diketahui dari pemeriksaan BMP dan tidak ada tumor berkembang," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini