nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Ibu Muda Rawat Anak Idap Kanker Darah Tanpa Suami

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 17 Januari 2020 14:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 17 481 2154207 kisah-ibu-muda-rawat-anak-idap-kanker-darah-tanpa-suami-VYIYFBlrsf.jpg Anak mengidap kanker darah (Foto: Lotsa helping hands)

Apa yang dialami ibu muda dengan anak mengidap kanker darah ini mungkin bisa jadi pelajaran untuk kita semua. Tidak hanya itu, kehidupan yang dijalani Annida Fikriyah dapat menjadi bahan renungan kita semua.

Annida, 19 tahun, sudah menjadi ibu muda. Namun hal yang membuatnya sedih dan tak pernah disangka, buah hatinya mengidap kanker darah akut. Padahal, sebelumnya anaknya tidak pernah menunjukkan hal yang janggal dalam tubuhnya.

 ilustrasi anak pengidap kanker

Perawatan medis yang biayanya tak murah mesti dia lunasi agar Aqila, anaknya, dapat sembuh dari kanker darah. Segala upaya ia jabani agar anaknya bisa terbebas dari penyakit itu dan ia menjalani ini semua tanpa suami di sampingnya.

"Aku sudah pisah dengan mantan suami sejak usia Aqila 6 bulan. Aku dan ibuku yang mengurus Aqila,"ujar Annida pada Okezone di kediamannya di Cipete Utara, Jakarta Selatan, Kamis (16/1/2020).

Annida menjelaskan, mantan suaminya itu sudah lepas tangan untuk mengurus Aqila. Bahkan, saat Aqila sakit seperti ini, tidak ada bantuan yang ia terima sepeser pun.

"Selain dari Kitabisa, biaya pengobatan Aqila itu hampir semuanya berasal dari hasil jualan ibuku (Munipah)," ucapnya lirih.

Munipah membuka usaha pecel ayam di depan rumah. Meski hasil yang didapat tidak begitu besar, namun ada uang yang disisihkan untuk membeli obat Aqila.

Rela keluar dari pekerjaan

Sebelum akhirnya Aqila dinyatakan mengidap kanker darah akut, Annida bekerja sebagai penjaga toko pulsa. Ia bekerja untuk orang lain, dengan kata lain itu bukan usaha miliknya sendiri.

Pekerjaan ini yang menyukupi keperluan sehari-harinya. Tapi, setelah Aqila divonis mengidap kanker, Annida harus berhenti dari tempat kerjanya untuk fokus mengurus bocah yang pada 24 Maret 2020 akan berusia 3 tahun tersebut.

Keputusan itu bukan sesuatu yang disesalkan Annida. Sebab, baginya kesehatan Aqila adalah yang terbaik dan dia sebagai ibu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya.

baginya kesehatan Aqila adalah yang terbaik dan dia sebagai ibu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya.

Karena situasinya seperti itu, Annida kini cuma bisa bantu-bantu ibunya di warung. Dia percaya bahwa Tuhan sudah mengatur rezeki setiap umat dan dia tak pernah merasa putus asa dengan apa yang ia miliki sekarang.

"Aku percaya bahwa Allah SWT akan menjaga kita selalu mesti dalam kondisi seperti ini. Aku bakal lakukan apapun demi kesehatan Aqila dan ini yang menjadi kekuatan aku menjalani hidup," terangnya.

Aqila mampu memahami kondisi ibunya

Ada fakta menarik yang disampaikan Annida saat diwawancarai Okezone. Menurut penuturannya, Aqila tak pernah mengeluhkan sakitnya.

"Aku nggak pernah denger Aqila mengeluh misalnya pusing atau lemes. Ya, kalau dia lagi kurang enak badan, dia bakal deket ke aku dan kayak manja-manja," tuturnya.

 Dia seperti memahami kondisi ibu dan keluarganya.

Annida melanjutkan, selama kemoterapi pun Aqila tidak pernah memperlihatkan kesakitan. Dia seperti memahami kondisi ibu dan keluarganya. Bahkan, dia sendiri kerap mengabaikan rasa sakit dengan tetap main bersama teman dan suadara seusianya.

Apa yang Aqila tunjukan menjadi semacam suntikan semangat bagi Annida. Meski ada tangis di malam hari, sebisa mungkin ia sembunyikan di hadapan Aqila.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini