nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jenius, Bocah Tiga Tahun Ini Sukses Masuk Mensa!

Pradita Ananda, Jurnalis · Sabtu 18 Januari 2020 18:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 18 196 2154764 jenius-bocah-tiga-tahun-ini-sukses-masuk-mensa-l6D7nJVVZU.jpg Bocah jenius sukses masuk mensa (Foto: Metro)

Apa rasanya memiliki otak jenius? Apalagi jika masih berusia sangat dini, mungkin bisa ditanyakan pada bocah laki-laki berusia tiga tahun ini, Muhammad Haryz Nadzim.

Haryz, begitu biasa ia disapa adalah definisi dari penjelasan di atas. Di usia yang baru tiga tahun, sudah bisa membuktikan dirinya sangat jenius. Ia berhasil diterima masuk ke Mensa, perkumpulan global orang-orang dari berbagai penjuru dunia yang memiliki tingkat IQ tinggi, seperti dilapor Metro, Sabtu (18/1/2020).

 bocah jenius dan orangtuanya

Sejak belum berusia satu tahun pun, Haryz sudah mulai memperlihatkan tanda-tanda kecerdasannya. Di usia tujuh bulan, Haryz sudah mampu berbicara, mengeluarkan kata pertamanya. Di sini lah, sang Ibunda, Anira mulai menyadari bahwa ada yang spesial pada anak laki-lakinya tersebut.

Walau terlahir dari orangtua dengan latar belakang pendidikan teknik, tapi ayah dan ibu Haryz, Anira and Mohd, mengaku tidak pernah mengira anak mereka akan menunjukkan kejeniusan otaknya di usia yang masih sangat muda.

Meskipun Anira menyadari bahwa sang anak sudah memiliki kemampuan membaca di atas rata-rata anak –anak lain seusianya.

“Kami tidak memiliki banyak pengalaman, jadi kami hanya berpikir seperti itulah anak-anak. Saat ia mulai di nursery, kami diberi tahu bahwa dia lebih maju daripada anak-anak lain, dia bisa membaca seluruh buku cerita favoritnya. Kemudian kami menyadari bahwa dia istimewa,” ungkap Anira dan Mohd.

Setelah mendapatkan nilai IQ setinggi 142 pada tes Stanford Binet, kini Haryz telah diajak bergabung di British Mensa, membuat Haryz jadi bagian 1 di antara 0.3 persen populasi orang-orang jenius. Hal ini membuat Haryz sukses menjadi salah satu anggota termuda yang ada di Mensa.

Selain itu, Haryz juga sudah diuji oleh Lyn Kendall, psikolog yang spesialisasi bidang anak-anak berbakat. Tapi di sisi lain, Anira mengaku ia sebagai orangtua berusaha untuk tidak menekan Haryz dan ingin membiarkan sang putra tercinta tumbuh normal seperti anak-anak lainnya.

Tes tersebut dengan tujuan, agar ia dan sang suami bisa memahami dengan jelas apa yang harus mereka lakukan untuk bisa membantu Haryz.

“Kami berharap kami dapat membantunya mencapai potensi sepenuhnya dan mendukung apa pun yang dia lakukan. Kami tidak ingin dia merasa kurang terstimulasi, tetapi pada saat yang sama kami tidak ingin dia merasa dia ditekan. Kami ingin dia menjadi anak normal yang bermain dan melakukan hal-hal normal yang dilakukan anak-anak,” tambah Anira.

Menorehkan prestasi dengan berhasil masuk Mensa di usia yang baru tiga tahun, tentu saja membuat kedua orang tua Haryz merasa senang. Dengan masuknya Haryz di Mensa ini, Anira dan Mohd berharap sang anak bisa merasa senang, bisa termotivasi untuk belajar, sehingga nantinya bisa jadi manusia yang bermanfaat bagi sesama dan lingkungan.

"Ini mengasyikkan dan kami yakin ini akan membantunya dalam memberinya sedikit kepercayaan dan keyakinan diri, sehingga ia dapat lebih bermanfaat bagi masyarakat di masa depan. Kami berharap kami dapat memberinya lingkungan yang akan memotivasi dia untuk belajar, yang paling penting ia merasa senang dengan yang ialakukan, dan kita akan bangga padanya apa pun yang dia raih,” tutup Anira.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini