nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Eric McMillan Sebarkan Wahana Mandi Bola ke Banyak Negara

Sabtu 18 Januari 2020 13:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 18 406 2154718 kisah-eric-mcmillan-sebarkan-wahana-mandi-bola-ke-banyak-negara-8Owb0XuVVl.jpg Ilustrasi. (Foto: BBC)

PRIA asal Inggris Eric McMillan menciptakan permainan mandi bola pertama kalinya. Setelah itu, dia pun menyebarkan wahana permainan anak ini ke berbagai belahan dunia.

McMillan bahkan dijuluki juga sebagai bapak permainan ringan. Setelah mengenalkan mandi bola di Inggris, McMillan pindah ke Kanada pada 1970-an.

Hingga akhirnya McMillan punya banyak klien untuk memasang wahana mandi bola ini. Salah satunya adalah proyek urban besar baru bernama Ontario Place, kumpulan tempat seni futuristik di tepi pelabuhan yang bahkan memiliki tema sendiri.

Karya-karyanya telah berkembang di banyak negara, dari Kanada hingga Amerika Serikat dan Inggris. McMillan telah menjadi desainer pilihan untuk semua hal yang berkaitan dengan bermain.

"Bermain memecah semua jenis hambatan. Anak-anak, mereka jauh lebih terbuka. Anda benar-benar dapat mempengaruhi mereka," katanya, dikutip Okezone dari BBC.

Tetapi karier berkeliling dunia untuk mewujudkan impian anak-anak adalah sangat kontras dengan masa kecil McMillan di Manchester.

Saat kecil dia bermain di puing-puing bangunan yang dibom setelah Perang Dunia II, mengenakan kain gombal, dan ayahnya mendobrak masuk ke penjara di sebelah untuk mencari batu bara untuk menghangatkan musim dingin.

mandi bola

Dia juga merasa bukan anak yang diinginkan dan merasa kehidupan di rumahnya cukup kejam, meskipun dia dianggap bayi ajaib. Dia dilahirkan selama pemboman Luftwaffe dan dianggap lahir mati, sampai bidan mencelupkannya dalam air panas dan dingin dan jantungnya mulai berdetak.

Tumbuh dewasa, keluar dari rumah menjadi penting karena ia merasa bermain sebagai obat untuknya. Tetapi sebagian besar anak-anak tidak ingin bermain dengannya. Dia bau dan dari kelas pekerja, jadi dia sering bergaul di sekeliling anak-anak yang paling kasar.

Setelah berbagai liku-liku, bekerja sejak usia 15, masuk sembilan sekolah, berjuang melawan buta huruf, dia akhirnya mendapat tempat di sekolah perdagangan, setelah ia menggambar lukisan pohon yang berakhir di galeri lokal. Di gedung yang sama, ada sekolah seni.

Tiba-tiba, bocah jalanan yang tangguh itu berada di tengah "putra-putra birokrat dan bankir- semua jenis kelas atas. Bukan tipe orang yang akan berkenalan dengan saya".

Tapi anak-anak seni itu akhirnya menjadi pelanggannya ketika dia mendapat pekerjaan sebagai pelayan, saat itu dia menabung untuk sepeda motor. "Ternyata mereka benar-benar orang baik"

McMillan berhasil mendapatkan hibah, dan kemudian mendapat tempat di sekolah seni. Tak terpikirkan sebelumnya, dia jadi salah satu anak-anak seni. Namun, itu adalah benturan budaya yang parah.

"Saya berbicara dengan cara yang berbeda, dan ternyata saya bau karena saya memiliki kebiasaan toilet kelas pekerja," ungkapnya.

Yang lebih buruk, adalah bahwa ayahnya, yang terjebak dalam pekerjaan yang tidak ia sukai, seperti sinis dengan putranya. Sebab, putranya seperti telah terpilih untuk masuk ke kelas atas, sekolah seni yang langka. "Kami sering berantem," katanya.

Menjelang akhir sekolah seni, ia tinggal bersama teman-temannya di Moss Side, sebuah lingkungan di Manchester yang dibom selama perang dan yang telah menjadi daerah tertinggal. Daerah itu merupakan tempat pembuangan mobil dan truk.

"Saya menyaksikan anak-anak yang perlahan memreteli daerah itu. Memisahkannya. Saya pernah mendokumentasikan selama sekitar enam bulan, ketika mereka memreteli sebuah bangunan. Mereka benar-benar mengambil sebuah bangunan yang ditinggalkan," katanya lagi.

Tesisnya adalah tentang anak-anak yang bermain dalam kemiskinan, dan dia beralih fokus pada anak-anak Moss Side.

Tetapi mereka bermain dan bersenang-senang. Ada puing-puing di sekitar ini dan mereka bersenang-senang merusaknya, mencari tahu cara kerjanya. Membongkarnya. Seperti kumbang di seberang kolam.

Setelah lulus, McMillan pindah ke London untuk merancang ruang pameran seni besar, tempat di mana kariernya benar-benar meningkat. Akhirnya, Kanada datang memanggil.

Saat itulah penguasa Ontario minta McMillan membuat atraksi untuk anak-anak yang bosan. Banyak yang terjadi di wilayah itu pada waktu itu, apalagi Montreal baru saja mengadakan Pameran Dunia 1967, sehingga McMillan dengan senang hati pindah.

Dua minggu setelah brainstorming, dia dan asistennya, David Lloyd, memberi ide-ide permainan ringan yang segera menjadi favorit penonton. Permainan itu antara lain kasur udara raksasa, serta rawa busa dan hutan kantong tinju.

Tidak jauh berbeda dengan anak-anak di Moss Side, anak-anak di Ontario Place pun punya energi yang tak terbatas. Anak-anak itu segera melibatkan diri mereka ke dalam permainan jaring, sampai tempat lompat-lompatan. Semangat anak-anak sedemikian rupa sehingga taman bermain itu kena imbasnya.

"Taman bermain itu mengalami kerusakan luar biasa. Saya kira kita tidak membayangkan bagaimana anak-anak akan menggunakan berbagai peralatan," kata McMillan dalam video promosi saat itu. Video itu diisi dengan anak-anak yang berteriak senang dan soundtrack jazz tahun 70-an dan gitar akustik.

"Tapi yang menyenangkan adalah, tidak ada satu pun kasus perusakan. Semua kerusakan itu disebabkan karena antusiasme anak-anak untuk bermain," bebernya.

Kini desa anak-anak di Ontario Place telah ditutup. Selama tahun 1970-an dan 80-an, banyak proyeknya berpusat pada seni dan perilaku sosial permainan, serta lanskap industri, daerah perkotaan tempat dia tumbuh dan besar.

Sekarang McMillan tinggal di sebuah pondok kayu di luar Ottawa bersama istrinya, Rose. Dia telah berdamai dengan ayahnya, dan telah meninggalkan karya abadi di dunia permainan untuk seluruh generasi anak-anak.

"Saya sangat beruntung bisa selamat," kata McMillan tentang dilahirkan selama Blitz dan dibesarkan di antara puing-puing yang dilanda perang dan pabrik yang meledak.

Pencipta kolam mandi bola ini mengatakan bahwa pekerjaan hidupnya membantu anak-anak bermain memberinya kesempatan yang tidak akan pernah dia miliki sebelumnya. Pengalaman yang sangat bermakna.

"Ini bisa sangat remeh, yang merupakan hal yang luar biasa tentang apa yang saya lakukan," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini