nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sering Buang Air Kecil Malam Hari, Waspada Hipertensi

Sabtu 18 Januari 2020 12:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 18 481 2154700 sering-buang-air-kecil-malam-hari-waspada-hipertensi-dc3t2KdkIK.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KEBIASAAN terlalu sering buang air kecil di malam hari membuat Anda harus waspada dengan gangguan kesehatan. Khawatirnya kebiasaan itu jadi tanda Anda mengalami hipertensi.

Dikutip Okezone dari KRJogja, menurut sebuah penelitian, seperti yang diungkapkan penulis studi dari Division of Hypertension di Jepang, Satoshi Konno, asupan garam dan tekanan darah tinggi yang juga disebut hipertensi berkaitan dengan seringnya rasa ingin pipis saat tidur.

hipertensi

"Penelitian kami menunjukkan bahwa jika Anda sering buang air kecil pada malam hari itu disebut nokturia. Anda mungkin memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi, juga kelebihan cairan di tubuh," kata Satoshi seperti dikutip dari Health.

Jika mengonsumsi garam terlalu banyak, lanjut Satoshi, tubuh mungkin akan menahan cairan. Hal itu dikaitkan dengan tekanan darah tinggi yang membuat Anda sering bolak-balik kamar mandi untuk buang air kecil.

Namun, hipertensi bukan satu-satunya penyebab nokturia. Berikut penyebab lain yang menyebabkan nokturia:

1. Produksi urine yang berlebih dari orang lain.

2. Kandung kemih tidak dapat menahan jumlah urine yang dihasilkan pada malam hari.

3. Tidak tidur dengan nyenyak.

Jika Anda sampai merasa tidak bisa tidur karena hal tersebut, segera untuk menemui dokter dalam menanganinya.

Pengobatan nokturia mengaitkan penyebab apa yang membuat seseorang menjadi sering buang air kecil tiap malam. Jika tekanan darah tinggi yang menjadi penyebabnya, dokter akan merekomendasikan untuk perhatikan asupan garam yang dikonsumsi.

Apabila tidak ada penyebab yang perlu diatasi, coba untuk mengubah gaya hidup, mungkin saja bisa membantu menyembuhkan Anda dari nokturia.

Menurut Neil Grafstein, MD, asisten profesor urologi di Rumah Sakit Mount Sinai, New York, sebelumnya mengatakan kepada Health bahwa mengurangi minum minuman keras ketika hendak tidur karena bisa meredakan gejala nokturia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini