nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kebanyakan Minum Boba, Remaja 13 Tahun Ususnya Tersumbat

Pradita Ananda, Jurnalis · Sabtu 18 Januari 2020 17:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 18 481 2154767 kebanyakan-minum-boba-remaja-13-tahun-ususnya-tersumbat-XYwE5yWMtf.jpg Hasil rekam medis remaja laki-laki yang minum boba. (Foto: AsiaWire)

SEORANG remaja laki-laki di Tiongkok mengalami gangguan pencernaan akibat minum boba. Kejadian ini bukan pertama kalinya, namun harus tetap membuat Anda waspada.

Tren minum boba memang tengah digemari tidak hanya oleh masyarakat di Indonesia. Tapi juga masyarakat di berbagai penjuru dunia, termasuk Tiongkok.

Walau rasanya enak dan menyegarkan, tetap ada baiknya Anda berhati-hati saat minum boba. Jika tidak, bisa saja pencernaan kita menjadi terganggu oleh butiran-butiran boba tersebut.

usus

Dikutip Okezone dari Foxnews, pukul 03.00 waktu setempat, remaja laki-laki tersebut dilarikan ke Unit Gawat Darurat First Affiliated Hospital of Xinxiang Medical University, Tiongkok. Rupanya remaja yang tak disebuatkan namanya itu menghabiskan dua gelas minuman boba.

Ia terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena mengeluh sakit perut yang parah. Dari situlah, sistem pencernaannya terganggu, karena tidak bisa mencerna bola-bola tapioka kenyal dan lengket yang diminum.

Setelah diperiksa oleh Dr Zhang Haiyang, remaja 13 tahun ini didiagnosa mengalami sumbatan usus. Dari hasil X-rays yang dijalani, terlihat ada dua objek solid di sistem pencernaannya. Oleh karena itu, sehingga harus dilakukan tindakan prosedur darurat, seperti dilapor AsiaWire.

“Pukul 03.00 waktu setempat, tiba-tiba remaja 13 tahun ini datang ke rumah sakit dengan rasa sakit di perut. X-rays menunjukkan ada adanya sumbatan usus. Ketika ususnya diperiksa, kami menemukan ada dua objek solid. Satu ukurannya besar, satu lagi ukurannya lebih kecil. Dua objek inilah penyebab sumbatannya,” jelas Dr Zhang Haiyang.

Tim medis mengamati bahwa boba-boba lunak ini dapat dihancurkan, alih-alih diangkat melalui pembedahan. Remaja tersebut harus melakukan pembuangan melalui sistem pencernaannya, sesuai prosedur tindakan medis dokter.

Dr Zhang menambahkan, menurut histori, remaja laki-laki ini langsung menelan boba tanpa dikunyah. Sang pasien mengaku menghabiskan dua gelas minuman boba, dalam jangka waktu empat hari.

Dia juga menyebutkan, sumbatan usus yang terjadi kemungkinan karena boba yang ditelan bulat-bulat tersebut menempel satu sama lain. Alhasil, pasien mengalami gejala sakit perut sebelum didiagnosa.

“Kemungkinan boba-bobanya iyu menempel satu sama lain, sehingga menyebabkan ia mengalami sumbatan usus,” pungkas Dr Zhang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini