nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Vania Nunggu Imlek karena Panen Angpao

Viola Triamanda, Jurnalis · Minggu 19 Januari 2020 14:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 18 612 2154723 kisah-vania-nunggu-imlek-karena-panen-amplop-4de9Lt0frC.jpg Angpao yang selalu dinanti saat Imlek (Foto: Freepik)

Sebentar lagi etnis Tionghoa akan merayakan sebuah perayaan terpenting mereka yakni Imlek.

Imlek tentu saja menjadi momentum yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga besar. Tentunya banyak orang tidak sabar untuk menantinya.

Banyak spekulasi bahwa anak muda atau yang biasa dikenal dengan generasi milenial tidak lagi tertarik dengan momen kumpul-kumpul bersama keluarga besar saat Imlek.

Namun ternyata ini tidak benar. Masih banyak generasi milenial yang suka Imlek.

 Imlek

Vania Halim, mahasiswi Universitas Tarumanagara, 20 tahun, mengaku sangat senang dengan perayaan Imlek.

"Aku suka hadir di acara Imlek keluarga besar, meskipun nanti akan ada yang iseng nanyain tentang pacar dan yang lainnya tapi aku senang aja karena sekalian melepas rindu dengan keluarga yang ketemu hanya setahun sekali," ujarnya kepada Okezone Sabtu (18/1/2020).

Selain melepas rindu bersama keluarga, yang paling ditunggu Vania dari moment imlek adalah momen pembagian angpao alias amplop merah yang berisi uang. Hal itu sangat menyenangkan.

"Selain kumpul keluarga aku juga seneng kalau imlek ini karena ada pembagian angpaonya. Aku kan belum kerja, jadi aku pasti dikasih angpao oleh keluarga," ujarnya lagi.

Vania juga menyatakan bahwa meskipun diusianya yang sudah menginjak 20 tahun ia akan tetap mendapat angpao. Isi angpao yang ia dapatkan pun beragam.

Selain itu ia juga senang menerima beraneka bentuk amplop yang lucu lucu di hari Imlek.

"Nominal yang aku dapatkan sih beragam ya, bahkan ada yang isinya itu cuma 5.000 aja, tapi ada juga yang sampai 100.000, dan biasanya jumlah angpao yang aku dapat itu sekitar sejutaan lebih dari keluarga aku" pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini