nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perempuan Disebut Tak Suka Pria Berjenggot, Ini Alasannya

Sabtu 18 Januari 2020 23:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 18 612 2154880 perempuan-disebut-tak-suka-pria-berjenggot-ini-alasannya-476dAbloCm.jpg Pria Berjenggot (Foto: The Idle Man)

Menurut penelitian yang dilakukan University of Queensland, perempuan lajang yang berniat berkeluarga dan memiliki anak, lebih menginginkan pasangannya memiliki wajah yang tercukur bersih dan rapi. Mereka kurang menyukai pria yang punya jenggot.

Hasil survei yang melibatkan setidaknya 900 perempuan ini menyimpulkan preferensi terhadap laki-laki berwajah bersih dimotivasi oleh rasa risih terhadap sejumlah parasit, yang mungkin akan ditemukan di dalam jenggot yang lebat.

 Costa

Barnaby Dixson dari Departemen Psikologi, University of Queensland mengatakan, hasil penelitian menunjukkan perempuan cenderung berkurang minatnya terhadap lelaki berjenggot saat mereka mulai menjajaki hubungan.

Alasannya para perempuan merasa takut pada kutu dan serangga ditemukan di jenggot tersebut.

"Kami menemukan para perempuan merasa jijik terhadap ektoparasit, seperti kutu yang hidup di kulit, yang secara negatif mempengaruhi preferensi mereka terhadap pria berjenggot," kata Dr Dixson.

Namun pria, jangan buru-buru memutuskan untuk memangkas habis jenggot Anda.

Seperti dilansir situs ABC, penelitian yang sama juga menemukan perempuan umumnya lebih suka laki-laki berkumis daripada yang dicukur bersih.

Presenter televisi ABC Costa Georgiadis, yang dikenal memiliki jenggot tebal, menertawakan hasil penelitian tersebut.

"Saya tahu apa yang terjadi di dalam jenggotku dan tidak ada apa-apa di sana. Kamu bisa datang dan mencium sendiri aromanya, saya membersihkan dan mencucinya," ujar Costa.

Costa yang telah berjenggot selama hampir 30 tahun mengaku ia tidak akan mencukur jenggotnya dalam waktu dekat.

"Perempuan akan benar-benar menyukainya atau tidak menyukainya. Jumlah perempuan yang ada di tengah kedua preferensi itu tidak banyak," kata Costa.

Dia juga mengungkapkan, keputusannya untuk tetap memelihara jenggot merupakan sikap dan penyataan yang nyata atas konsep keberlanjutan.

"Faktanya adalah saya bisa bangun di pagi hari dan tidak perlu menghabiskan waktu untuk perawatan, dan tidak ada pisau cukur sekali pakai yang digunakan di wajah saya selama 30 tahun."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini