nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Meneropong Tren Pernikahan 2020, Baju Adat Akan Kembali Tenar

Tiara Putri, Jurnalis · Minggu 19 Januari 2020 11:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 19 194 2155002 meneropong-tren-pernikahan-2020-baju-adat-akan-kembali-tenar-ncAwu3qigv.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MEMPERSIAPKAN pernikahan bukanlah hal yang mudah. Sering kali calon pengantin dibuat pusing dengan konsep pernikahan. Tak jarang ada calon pengantin yang ingin up to date dengan tren pernikahan.

Berbicara soal tren pernikahan, di tahun 2020 ini, konsep yang mengusung adat istiadat masih menjadi pilihan banyak calon pengantin.

Alasannya, karena sekarang semakin banyak calon pengantin yang beranggapan budaya itu tidak lagi kuno. Mereka beranggapan budaya merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari sehingga bisa dibawa ke mana saja tergantung cara penerapannya.

sehari-hari sehingga bisa dibawa ke mana saja tergantung cara penerapannya.

"Budaya tidak akan lekang oleh waktu, tinggal bagaimana mengaplikasikannya sesuai persetujuan dari kedua belah pihak. Kalau zaman dulu pengantin menggunakan satu adat, sekarang lebih banyak yang mengombinasikan," ujar wedding expert Hengki Wirawan saat ditemui Okezone dalam acara Indonesia Dream Wedding Festival,.

Hengki mengatakan, kombinasi dua adat biasanya dipilih oleh calon pengantin yang berasal dari dua daerah berbeda. Kombinasi yang dilakukan bisa dengan berbagai macam cara. Entah itu tema rangkaian maupun busana yang dikenakan.

"Contoh berbicara adat Jawa dan Minang, rangkaian pernikahan biasanya ada pengajian, siraman, malam midodareni, akad, dan resepsi. Bisa pengajian, siraman, dan malam midodareni adat Jawa. Baru akad dan resepsi adat Minang, atau selang-seling, tergantung kesepakatan," kata Hengki.

Cara menyiasatinya juga bisa dari busana atau tema dekorasi. Contoh waktu akad nikah dengan adat Jawa, busana pengantin khususnya pihak perempuan mengenakan atasan kebaya tapi bawahnya kain dari Padang.

Begitu juga saat resepsi, apabila memilih adat Minang, bisa ditambahkan ornamen berupa hiasan ukiran Jawa. "Jadi calon pengantin bisa mix n match dari situ. Kulturasinya tetap ada, percampuran dua kebudayaan bisa dilakukan," pungkas Hengki.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini