nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hari Raya Imlek Identik dengan Bandeng dan Jeruk, Ternyata Ini Maknanya

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 19 Januari 2020 09:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 19 298 2154984 hari-raya-imlek-identik-dengan-bandeng-dan-jeruk-ternyata-ini-maknanya-Kp7haWjpAm.jpg Busana Imlek. (Foto: Okezone)

HARI Raya Imlek tak hanya identik dengan angpao dan ornamen-ornamen cantik serba merah. Perayaan Tahun Baru bagi kaum Tionghoa ini biasanya juga dimeriahkan oleh beragam hidangan lezat.

Tapi jangan salah. Sebagian besar makanan yang disajikan pada Hari Raya Imlek sebetulnya merupakan tradisi turun temurun yang memiliki arti khusus. Sebut saja ikan bandeng yang tidak pernah absen dihidangkan, karena dipercaya dapat mendatangkan keberuntungan.

Daripada penasaran, berikut Okezone rangkumkan 6 jenis makanan perayaan Imlek dengan maknanya masing-masing.

Ikan bandeng

Dalam tradisi Tionghoa, mengonsumsi ikan bandeng pada Hari Raya Imlek, dipercaya dapat mendatangkan rezeki berlimpah. Seperti yang disampaikan Pakar kuliner tradisional Indonesia, William Wongso.

Ia menyebut bahwa dalam bahasa Mandarin, kata 'ikan' ketika diucapkan memiliki bunyi yang sama ketika mengucapkan kata 'yu', yang berarti rezeki," ungkap William Wongso.

Seperti yang disampaikan Pakar kuliner tradisional Indonesia, William Wongso.

Tak hanya itu, posisi ikan bandeng saat berenang pun, sambung William, selalu mengarah ke depan dan tidak pernah mundur sama sekali. Hal tersebut melambangkan usaha yang lancar serta keberuntungan berlimpah. Karenanya, ketika diolah dan disajikan pun, ikan bandeng harus tetap utuh tanpa membuang salah satu bagian tubuhnya.

"Mengolah ikan bandeng harus dalam keadaan utuh. Ada kepala ada buntut ada ekornya. Kepala dan ekornya itu melambangkan bonus atau rezeki tambahan yang akan didapatkan pada tahun yang baru," tambahnya.

Kue beras (nian gao)

Tradisi menyantap kue beras sebetulnya sudah berlangsung sejak 3000 tahun silam. Kue beras atau nian gao, memiliki makna peningkatan kesejahteraan dari tahun ke tahun. Selain itu, kue beras juga menandakan awal panen padi di musim semi. Kue ini tersedia dalam dua varian rasa yakni, gurih dan manis.

Daging ayam (jia qin)

Selain kue beras, daging ayam juga merupakan salah satu hidangan yang wajib disajikan saat Perayaan Imlek. Teknik pengolahannya pun tidak sembarangan, daging ayam harus disajikan secara utuh dari kepala hingga kaki. Hidangan ini biasanya diolah melalui proses marinasi selama tiga jam, lalu digoreng sebelum dibaluri bumbu rempah-rempah.

Hidangan ini biasanya diolah melalui proses marinasi selama tiga jam, lalu digoreng sebelum dibaluri bumbu rempah-rempah.

Buah-buahan (shui guo)

Perayaan Imlek ternyata juga identik dengan buah-buahan segar, khususnya jeruk mandarin. Dalam dialek Teochew, 'jeruk' atau 'ju' berbunyi 'ji' yang berarti beruntung. Jadi jangan heran jika Anda melihat begitu banyak jeruk Mandarin di berbagai toko swalayan.

Mi panjang (mian tiao)

Dalam tradisi Tionghoa, menyantap mi atau miswa di Hari Raya Imlek, dipercaya dapat memberikan umur yang panjang. Di Taiwan, hidangan ini biasanya diolah menggunakan adonan gandum tipis, lalu direbus berbarengan dengan kaldu ayam.

Pangsit (jiao zhi)

Hidangan ini biasanya disantap menjelang tengah malam. Menyantap pangsit merupakan tradisi yang telah dilakukan sejak Dinasti Ming dan Qing. Ada sebuah kepercayaan yang mengatakan bahwa, semakin banyak pangsit yang Anda santap, semakin banyak pula rezeki yang akan mendatangi Anda.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini