nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jelang Imlek, Mampir Deh ke 5 Vihara Super Kece Ini

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 19 Januari 2020 10:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 19 406 2154987 jelang-imlek-mampir-deh-ke-5-vihara-super-kece-ini-H946FaxX63.jpg Vihara. (Foto: Instagram)

SEBAGAI negara multikultural, Indonesia memiliki banyak vihara keren yang tersebar di sejumlah daerah. Kemegahannya bahkan tidak kalah dengan vihara di Thailand maupun di China.

Nah, untuk menyambut Hari Raya Imlek, Okezone telah merangkum 5 vihara di Indonesia dengan keunikannnya masing-masing.

Vihara Ksitigarbha Bodhisattva, Tanjung Pinang

di sana terdapat ratusan patung Budha yang ditata sedemikian rupa hingga terlihat sangat memukau.

Terletak di Jalan Asia Afrika KM.14, Tanjung Pinang, Vihara Ksitigarbha Bodhisattva kini menjadi salah satu ikon wisata baru Tanjung Pinang berkat tampilan arsitekturnya yang sangat megah. Tempat ini juga dikenal dengan sebutan Vihara 1000 patung. Bagaimana tidak, di sana terdapat ratusan patung Budha yang ditata sedemikian rupa hingga terlihat sangat memukau.

Menariknya, setiap patung memiliki ekspresi yang berbeda. Konon, ekspresi yang ditampilkan adalah ekspresi Budha dalam wujud manusia.

Bagi wisatawan yang tertarik untuk menyambangi Vihara Ksitigarbha Bodhisattva, cukup membayar tiket masuk Rp5 ribu untuk wisatawan lokal, dan Rp30 ribu untuk wisatawan mancanegara. Tempat ini dibuka pada hari Selasa-Minggu mulai pukul 07.30 – 17.00 WIB.

Vihara Buddhagaya Watugong, Semarang

Pagoda Avalokitesvara dan Vihara Dhammasala yang didirikan pada tahun 1955 silam.

Bergeser ke Semarang, Jawa Tengah, wisatawan juga dapat merasakan sensasi wisata religi di Kompleks Vihara Buddhagaya Watugong. Tempat ini memiliki luas sekira 2,25 hektar dan terdiri dari 5 bangungan yang berdiri kokoh. Dua di antaranya dijadikan sebagai bangunan utama yakni, Pagoda Avalokitesvara dan Vihara Dhammasala yang didirikan pada tahun 1955 silam.

Selain itu, dalam kompleks Vihara Buddhagaya Watugong terdapat pula Monumen Watugong, patung Dewi Kwan Im, patung Buddha di bawah pohon Bodhi yang terletak di pelataran vihara, patung Buddha tidur berwarna cokelat dengan pakaian dan tubuh berwarna emas di sebelah kiri pagoda, serta kolam teratai di sekitar pagoda.

Pohon Bodhi (Ficus Religiosa) yang ada di pelataran Vihara Buddhagaya ini ditanam oleh Bhante Naradha Mahathera pada tahun 1955.

Namun, ikon paling populer dari Vihara Buddhagaya adalah Pagoda Avalokitesvara atau Pagoda Metakurna yang berarti pagoda cinta dan kasih sayang. Untuk menyambangi vihara ini, wisatawan tidak perlu membeli tiket masuk dengan jam buka mulai dari 07.00 – 21.00 WIB.

Vihara Pulau Kemaro, Palembang

Pulau Kemaro juga memiliki vihara berlantai 9 dengan arsitektur yang megah.

Berlibur ke Palembang seperti tidak afdol jika belum mengunjungi Vihara Pulau Kemaro. Apalagi bila datang tepat di Hari Raya Imlek. Ada banyak sekali kegiatan menarik yang bisa wisatawan saksikan, mengingat perayaan Imlek dipusatkan di tempat ini. Pulau Kemaro juga memiliki vihara berlantai 9 dengan arsitektur yang megah.

Selain itu, terdapat pula mitos pohon cinta yang masih dipercaya oleh sebagian besar wisatawan. Konon, bila seseorang mengukir nama pasangannya di pohon tersebut, maka mereka akan berjodoh.

Vihara Mojopahit

Siapa sangka, beberapa vihara di Indonesia juga memiliki patung.

Bagi wisatawan yang sudah pernah melancong ke Thailand, tentu sudah familier dengan patung Sleeping Buddha yang sangat populer. Siapa sangka, beberapa vihara di Indonesia juga memiliki patung.

Salah satunya Sleeping Buddha di Maha Vihara Mojopahit, Mojokerto, Jawa Tengah. Tampilannya pun tidak kalah megah dengan Sleeping Buddha di Thailand. Jadi jangan ragu ya Okezoners, untuk menyambangi Vihara Mojopahit.

Vihara Gunung Timur, Medan

Seperti kebanyakan vihara, bangunan Heng Hua Bio didominasi warna merah yang sangat eye catching.

Terakhir ada Vihara Gunung Timur atau sering juga disebut dengan nama Heng Hua Bio. Vihara terbesar di Kota Medan ini dibangun pada tahun 1930-an. Seperti kebanyakan vihara, bangunan Heng Hua Bio didominasi warna merah yang sangat eye catching.

Terdapat beragam arca yang melambangkan agama Buddha di vihara ini. Seperti altar Buddha, Buddha Maitreya, dan Dewi Kwan Im. Sedangkan di sisi kanannya, terdapat altar Toa Pek Kong (Da Bo Gong) dan Thay Suei. Ada juga arca Thien Kou (Anjing Langit) dan Pek Ho Kong (Harimau Putih) yang mengawal Tho Te Kong (Dewa Tanah).

Fakta menarik lainnya, vihara ini dibangun menghadap ke Sungai Babura. Menurut fengshui, arah ini bisa membawa kemakmuran dan keberuntungan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini