nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Belajar dari Penyakit Ekki Soekarno, Kenali dari Awal Tanda-Tanda Bronkitis

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Minggu 19 Januari 2020 11:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 19 481 2155006 belajar-dari-penyakit-ekki-soekarno-kenali-dari-awal-tanda-tanda-bronkitis-xxW3qQfSKW.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SUAMI Soraya Haque, Ekki Soekarno, dikabarkan masuk rumah sakit akibat masalah infeksi paru-paru. Ekki kini dirawat di Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro, Tangerang Selatan.

Drummer itu diketahui tidak menunjukan gejala serius saat kesehatannya mulai turun. Dijelaskan anak laki-lakinya, Valeri Soekarno, ayahnya hanya demam, panas, pusing, dan mual. Namun, karena kondisi itu membuatnya sulit tidur, Ekki Soekarno pun dibawa ke rumah sakit.

Setelah melakukan pengecekan medis, hasil menunjukan diagnosis demam biasa. Tapi, saat dirawat, Ekki Soekarno mengeluarkan bunyi khas saat bernapas. Gejala ini yang membuat pihak rumah sakit memilih untuk merawat Ekki lebih intens lagi.

Sebelumnya, anak perempuan Ekki dan Soraya, Nadia Soekarno, menjelaskan bahwa ayahnya itu punya riwayat bronkitis atau masalah ada paru-paru. Karena itu, menjadi jelas darimana asal bunyi khas tersebut muncul.

menjadi jelas darimana asal bunyi khas tersebut muncul.

Meski begitu, untuk penyakit sekarang belum dikenali pasti diagnosisnya. Beberapa bahkan menjelaskan, Ekki Soekarno pun mengalami masalah di jantungnya. Kondisi itu pun tidak bisa dipastikan apakah ada kaitannya dengan riwayat bronkitis atau tidak.

Nah, Anda mesti tahu bahwa bunyi khas saat bernapas itu memang menjadi tanda awam penyakit bronkitis. Sebelumnya, Anda mesti tahu dulu apa itu penyakit bronkitis.

Dilansir dari Facty, bronkitis adalah penyakit pernapasan umum yang disebabkan oleh peradangan selaput lendir di lorong bronkial paru-paru. Penyakit ini muncul bisa karena paparan bakteri, virus, polusi, atau udara terkontaminasi. Nah, karena area paru-paru terpapar sumber penyakit, paru-paru pun membengkak.

Nah, karena paru-paru bengkak, saluran udara menjadi kecil dan membuat oksigen yang masuk menjadi terbatas. Ketika kondisi ini sudah terjadi, pasien akan merasa tidak nyaman. Mereka yang merokok dengan aktif menjadi faktor risiko paling tinggi masalah ini.

So, apa saja tanda atau gejala dari masalah ini?

Batuk

pasien akan direkomendasikan untuk menjalani perawatan intensif.

Pasien bronkitis akan mengalami batuk yang cukup panjang. Diawali dengan batuk berdahak sampai akhirnya kering dan ini membuat pasien susah tidur. Di beberapa kasus, pasien bronkitis akan mengalami batuk darah dan kalau sudah begini, pasien akan direkomendasikan untuk menjalani perawatan intensif.

Bicara mengenai dahak, perlu diperhatikan bahwa ketika dahak yang keluar berwarna kuning atau hijau, itu dapat diartikan adanya paparan bakteri dalam tubuh Anda.

Nyeri pada dada

Pasien bronkitis pada umumnya akan mengalami nyeri dada ringan tapi tetap membuat pasien tidak nyaman. Bentuk nyerinya bisa berupa nyeri yang tak bisa dilepaskan, berlangsung lama, dan paling umum nyeri dada saat batuk. Segera pergi ke dokter jika nyeri dada menjadi sakit yang tak tertahankan.

Sakit tenggorokan

Gejala awal dari bronkitis juga bisa ditandai dengan sakit tenggorokan. Rasa gatal di tenggorokan akan membuat Anda sulit menelan sesuatu dan sakit saat berbicara. Kondisi ini tidak akan hilang selama batuk masih ada.

Muncul bunyi saat bernapas atau 'bengek'

Orang dengan masalah bronkitis dapat dengan mudah dikenali dari munculnya bunyi saat bernapas atau yang biasa kita sebut 'bengek'. Kondisi ini bisa terjadi karena ruang paru-paru terbatas akibat peradangan bronkial. Pada pasien bronkitis kronis, 'bengek' akan keluar saat naik tangga atau berlari.

 Risiko komplikasi terjadi ketika suhu tubuh lebih dari 38 derajat celsius.

Demam dengan suhu rendah

Beda dari banyak penyakit yang biasanya ditandai dengan demam tinggi, bronkitis ditandai dengan demam dalam suhu rendah, di bawah 38 derajat celsius. Kondisi ini mudah diobati dengan penanganan yang tepat. Risiko komplikasi terjadi ketika suhu tubuh lebih dari 38 derajat celsius.

Kelelahan

Perasaan lelah sekali pun tidak banyak beraktivitas menjado gejala bronkitis lainnya. Bahkan, karena pasien stres ringan saja tubuhnya akan lelah. Makanya, sangat disarankan untuk pasien bronkitis agar banyak istirahat.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini