nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tradisi Imlek di Indonesia, Sudah Menikah Wajib Kasih Angpau?

Pradita Ananda, Jurnalis · Minggu 19 Januari 2020 20:09 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 19 612 2155081 tradisi-imlek-di-indonesia-sudah-menikah-wajib-kasih-angpau-lLlYFscgQO.jpg Kasih angpau dalam perayaan Imlek (Foto: Thehoneycombers)

Perayaan Imlek tidak terasa sudah siap disambut di depan mata. Tepat pada 25 Januari 2020, masyarakat etnis Tionghoa di Indonesia dan di berbagai penjuru dunia lainnya akan merayakan momen Tahun Baru Cina.

Tidak jauh berbeda dengan perayaan hari-hari besar lainnya, seperti Lebaran dan Natal, masyarakat di Indonesia memiliki kebiasaan tersendiri dalam merayakan kemeriahan Imlek. Lalu apa saja sih kebiasaan wajib dalam perayaan Imlek?

Untuk mendapatkan jawaban dari orang yang merayakannya langsung, Okezon pun mewawancarai Widiani, seorang perempuan campuran keturunan etnis Tionghoa dan Sunda. Kepada Okezone, Widi mengaku ia dan keluarganya termasuk yang merayakan hari Imlek secara meriah karena keluarganya adalah tipe keluarga besar.

perayaan imlek

Widi yang berprofesi sebagai guru Bimbingan dan Konseling di salah satu sekolah menengah kejuruan swasta di Jakarta ini pertama mengungkapkan, satu kebiasaan wajib pertama yang sudah dilakukan jauh-jauh hari dalam rangka menyambut Imlek adalah berbelanja kebutuhan Imlek dan memesan kue keranjang dan kue lapis legit.

“Belanja segala keperluan itu sudah dari awal Januari, apa yang mau dibeli sudah dibuat jauh hari. Selain itu harus banget sudah pesan kue keranjang dan kue lapis legit paling tidak satu minggu sebelum Imlek,” ungkap Widi, saat dihubungi Okezone, belum lama ini melalui pesan pendek.

Jika sudah beres urusan belanja segala keperluan Imlek, kebiasaan wajib lainnya ialah beres-beres rumah. Di keluarga besar Widi, untuk perayaan Imlek yang namanya acara merapikan rumah ini harus selesai paling tidak di dua hari sebelum Imlek. Mengingat karena membereskan rumah di malam sehari sebelum Imlek itu pantang alias tidak boleh dilakukan menurut kepercayaan etnis Tionghoa.

Sedangkan untuk hidangan, menu yang dihidangkan memang variasnya tidak terlalu banyak. Namun diungkapkan Widi harus alias wajib hadir di perayaan Imlek di keluarga besarnya, “Pokoknya kue keranjang, jeruk mandarin, ayam merah (hidangan ayam menggunakan jahe dan memiliki kuah sup warna merah, mi, aneka manisan, hingga kue lapis legit itu wajib ada,” imbuhnya.

Kebiasaan wajib lainnya dalam merayakan Imlek di keluarga perempuan berusia 33 tahun ini, saat malam Imlek Widi dan keluarga besarnya memiliki tradisi untuk tengah malam pergi ke vihara untuk menonton pertunjukkan barongsai bersama-sama. Maka dari itu, tak heran di malam Imlek, biasanya seluruh keluarga akan begadang hingga dini hari di rumah sanak keluarga yang paling tua. Keesokan pagi harinya barulah melakukan kunjungan ke rumah saudara-saudara lainnya.

angpau

Selain itu, Widi mengaku kebiasaan wajib seperti contohnya soal angpau dilakukan tidak berbeda dengan para etnis Tionghoa lainnya. Sudah menjadi kebiasaan wajib untuk bagi yang sudah menikah wajib memberikan angpau kepada sanak-keluarga yang belum menikah. Meskipun usia sang pemberi lebih muda daripada yang menerima angpau.

“Nominal sih enggak ada batasan wajibnya, yang penting enggak boleh kelipatan empat. Kita yang sudah nikah wajib kasih angpau ke anggota keluarga yang belum menikah, meskipun yang sudah nikah ini usianya jauh lebih muda,”pungkas Widi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini