nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Raja-Ratu Keraton Agung Sejagat Gangguan Jiwa? Ternyata Pandangan Psikolog Berbeda

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 20 Januari 2020 10:24 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 20 481 2155304 raja-ratu-keraton-agung-sejagat-gangguan-jiwa-ternyata-pandangan-psikolog-berbeda-TYv6XHYEul.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

AWAL tahun ini, masyarakat di Yogyakarta dikejutkan dengan adanya Keraton Agung Sejagat menjadi pembuka gerbang kasus kerajaan palsu di Indonesia. Ya, pihak berwenang pun kini terus mencari kerajaan palsu yang masih beroperasi.

Terlepas dari itu, banyak dari masyarakat kita yang mengatakan bahwa Keraton Agung Sejagat ini adalah kerajaan 'halu'. Tapi, apakah itu benar adanya? Apakah Toto Santoso selaku Raja mengalami halusinasi karena menciptakan kerajaan di Purworejo, Jawa Tengah?

Menjawab pertanyaan tersebut, Okezone mewawancarai Psikolog Ade Iva Wicaksono dan baginya apa yang dilakukan Toto Santoso bukan halusinasi. "Itu benar tindakan kriminal murni," tegasnya melalui sambungan telepon.

Raja

Apa alasan mendasar Iva mengatakan Keraton Agung Sejagat bukanlah kerajaan 'halu'?

Jika dilihat dari motif yang dilakukan si Raja dan Ratu, menurut pandangan Iva, mereka benar-benar ingin mengincar uang semata. Bukan ingin menciptakan kultur baru atau semacam sekte kerajaan baru.

Hal ini ia yakini berdasar pada adanya pemungutan iuran sebesar Rp3 juta hingga Rp30 juta yang mesti dibayarkan siapa pun yang 'hidup' di kerajaan tersebut. Uang tersebut pun diketahui bakal dilakukan untuk kelangsungan kerajaan dan menggaji anggota kerajaan dengan dolar Amerika.

"Menurut saya, si pencipta kerajaan cerdik menggunakan kepercayaan masyarakat setempat yang akhirnya membuat dia berhasil mengendalikan mereka semua. Saya juga yakin pasti ada survei atau riset kecil-kecilan yang dilakukan si pemilik ide Keraton Agung Sejagat, karena mereka memanipulasi simbol kebudayaan di sana," paparnya.


Sekadar informasi, Keraton Agung Sejagat dipimpin oleh seorang raja bergelar Rangkai Mataram Agung. Sang Raja yang biasa dipanggil Sinuhun dan bernama asli Totok Santosa Hadiningrat. Sementara istrinya Kanjeng Ratu memiliki nama asli Dyah Gitarja.

Menurutnya, Keraton Agung Sejagat itu untuk menyambut kehadiran Sri Maharatu (Maharaja) Jawa kembali ke Tanah Jawa. Dia pun mengklaim memiliki wilayah kekuasaan seluruh negara di dunia.

Penyidik Polda Jawa Tengah pun meningkatkan status R. Toto Santoso (42), dan Fanni Aminadia (41) yang mengaku sebagai 'Raja dan Ratu' di Kerajaan Agung Sejagat, sebagai tersangka.

Dia pun mengklaim memiliki wilayah kekuasaan seluruh negara di dunia.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Argo Yuwono mengungkapkan, kedua orang itu dijadikan tersangka terkait dengan kasus dugaan penipuan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini