nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

1,4 Miliar Orang Terancam Kena Pneumonia Wuhan saat Rayakan Imlek

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 20 Januari 2020 11:41 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 20 481 2155366 1-4-miliar-orang-terancam-kena-pneumonia-wuhan-saat-rayakan-imlek-sfZj21Obpz.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PEKAN ini China mengumumkan bahwa terdapat 17 korban tambahan yang terinfeksi new corona virus. Tentunya hal ini menjadi sangat mengkhawatirkan mengingat wabah tersebut akan dengan mudah menyebar ke ratusan juta orang yang akan bepergian merayakan Tahun Baru Imlek yang akan datang.

Tiga dari 17 pasien yang dinyatakan positif menderita sakit parah. Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh komisi kesehatan di pusat kota Wuhan di mana tempat terjadinya 62 kasus di China, dua orang dilaporkan meninggal dunia. Selain itu terdapat pula dua kasus yang terjadi di negara tetangga yakni Thailand dan Jepang.

Kedua negara yang terdampak tersebut tertular penyakit setelah warganegara mereka bepergian menuju Wuhan, China. Beruntung salah satu dari dua pasien yang ada di Thailand telah pulih.

Beruntung salah satu dari dua pasien yang ada di Thailand telah pulih.

Sebagaimana dilansir First Post, Senin (20/1/2020), Wakil Walikota, Chen Yanxin mengatakan Wuhan akan memperkuat pengawasan atas kejadian berskala besar ini untuk mengurangi jumlah pertemuan publik. Ia mengatakan sejak 14 Januari 2020 mereka menggunakan thermometer inframerah di bandara, stasiun kereta api dan terminal yang ada di kota.

Langkah tersebut bertujuan untuk menskrining masyarakat kota yang mungkin tertular oleh virus tersebut. Kekhawatiran global pun timbul karena diprediksi sekira 1,4 miliar orang di China akan melakukan perjalanan domestik maupun luar negeri selama liburan Tahun Baru Imlek yang dimulai minggu depan.

Otoritas bandara di Amerika Serikat dan juga sebagian besar negara Asia sedang menyaring penumpang yang berasal dari Wuhan. Beberapa ahli di Universitas Georgetown mengatakan bukti saat ini menunjukkan virus baru itu tidak mematikan seperti SARS.

Laporan yang dilakukan London College’s MRC Centre for Global Infectious Disease Analysis mengatakan kemungkinan ada lebih banyak kasus yang terjadi terkait penyakit ini. Diperkirakan pada 12 Januari 2020 ada 1.723 kasus di Kota Wuhan ditandai dengan timbulnya gejala terkait.

Diperkirakan pada 12 Januari 2020 ada 1.723 kasus di Kota Wuhan ditandai dengan timbulnya gejala terkait.

Berita tentang wabah tersebut sedang tren di Weibo, mereka secara teratur memfilter konten yang dianggap sensitive. Namun ada beberapa sensor tingkat lokal yang lolos dan menjadi bermasalah.

Dua orang dari mereka telah diperintahkan oleh pihak kepolisian untuk menghapus postingan di media sosial. Oleh sebab itu, netizen diimbau agar berhati-hati dalam mengunggah postingan di media sosial.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini