nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ramai Virus Korona, Intip SOP Pemeriksaan Kesehatan Penumpang di Pelabuhan dan Bandara, Apa Bedanya?

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 20 Januari 2020 20:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 20 481 2155700 ramai-virus-corona-intip-sop-pemeriksaan-kesehatan-penumpang-di-pelabuhan-dan-bandara-apa-bedanya-pXOHmotWqu.jpg Bandara Soekarno Hatta (Foto: ABC)

Hari Raya Imlek tahun sepertinya akan terasa sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kemunculan kasus virus korona di Kota Wuhan, China, rupanya menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat Indonesia.

Terlebih setelah kasus virus korona di temukan di negara tetangga, Thailand. Hal tersebut sontak menarik perhatian pemerintah Indonesia, termasuk para petugas di Kantor Kesehatan Pelabuhan RI.

 virus corona di China

Untuk mencegah penyebaran virus ini, KKP telah melakukan sejumlah upaya pencegahan. Mulai dari memperketat pengawasan di 135 pintu masuk negara di seluruh Indonesia, dan mengeluarkan travel advice.

Pasalnya, penyebaran suatu virus atau wabah penyakit terkadang dipicu oleh penumpang pesawat maupun produk tertentu yang berasal dari negara tempat virus itu ditemukan.

Nah, terkait kasus virus korona, Kepala KKP Kelas I Soekarno Hatta, Anas Ma'ruf, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah upaya pencegahan. Salah satunya meningkatkan kewaspadaan terhadap pengunjung maupun warga negara asing yang masuk dari daerah asal virus yakni, seluruh daratan China.

"Jelang Imlek tahun ini, virus korona jadi sebuah tantangan yang harus kita hadapi. Lalu lintas pengunjung China memang sedang meningkat signifikan. Tantangan utamanya meningkatkan pengawasan di pintu masuk negara kita seperti di pelabuhan dan bandara," terang Anas Ma'ruf, di Gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Senin (20/1/2020).

Anas kemudian menjelaskan secara gamblang tentang sistem pengawasan yang selama ini dilakukan oleh KKP. Dimulai penggunaan teknologi thermal scanner yang disiapkan di setiap bandara maupun pelabuhan.

Alat tersebut berfungsi untuk mengecek suhu tubuh pengunjung melalui sebuah kamera khusus.

"Di bandara, thermal scanner yang digunakan sifatnya massal tidak satu per satu. Kamera yang digunakan pun tidak sembarangan. Kami menggunakan kamera yang bisa melakukan pengawasan berjalan. Jadi orang berjalan biasa saja melewati alat ini, tapi begitu dia ketahuan demam bisa langsung tertangkap kamera," terang Anas.

Bila sudah demikian, pengunjung atau penumpang pesawat yang diduga suspek terserang virus korona, begitu keluar terminal kedatangan akan langsung dibawa sebelum mereka mencapai imigrasi.

Sementara untuk kedatangan via laut, Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dilakukan memang sedikit berbeda. Sebelum diperkenankan merapat di dermaga, kapal akan diperiksa terlebih dahulu oleh karantina kesehatan KKP.

Pemeriksaan kesehatan maupun suhu tubuh penumpangnya juga dilakukan perseorangan, mengingat jumlahnya lebih sedikit dibanding pesawat. Begitu dinyatakan 'clear' (aman), baru boleh berlabuh, menurunkan penumpang dan barang.

"Karena jumlahnya sedikit, pemeriksaan suhu menggunakan alat yang lebih sederhana. Bentuknya seperti pistol (thermo gun), tapi bisa mengecek suhu tubuh dengan tepat. SOP ini untuk kapal barang," jelas Anas.

"Lalu untuk kapal penumpang atau wisata bagaimana? Biasanya kapal pesiar itu akan memberitahu jadwal kedatangan kepada KKP, datang jam berapa dan tanggal berapa. Setelah itu, akan disediakan pemindai suhu yang massal," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini