nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Apa Saja yang Dipamerkan di Festival Kampung Nelayan Tomalou 2020?

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 21 Januari 2020 21:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 21 406 2156292 apa-saja-yang-dipamerkan-di-festival-kampung-nelayan-tomalou-2020-sUuXmrLdo3.JPG Ilustrasi. (Foto: Kementerian Pariwisata)

POTENSI wisata maritim di Maluku Utara sangat beragam. Salah satunya ditunjukkan lewat Festival Kampung Nelayan Tomalou (FKNT) 2020.

Dikutip Okezone dari siaran pers Kementerian Pariwisata, Selasa (21/1/2020), Ketua Panitia Ismanto M Saleh mengatakan, ada banyak benntuk kegiatan pada FKNT 2020 di Maluku Utara ini. Antara lain Ritual Foladomo, Pentas Kolosal 290 Anak Nelayan, Tomalou Expo, Lomba Dayung, Lomba Renang, Lomba Mancing, Lomba Permainan Anak Nelayan, Cerdas Cermat Nelayan.

Ada juga Pekan Kuliner Serba Ikan, Pentas Budaya Maritim, Atraksi Jaga Laut, Kampanye Sadar Sampah/Plastik, Gerakan Bersih Pantai. Ditambah lagi adanya Workshop Sejarah Kampung dan Marga, Workshop Etos Nelayan Tomalou, Lomba Fotografi, Lomba Menulis Puisi Nelayan dan Lomba Cover Akustik lagu “Senja di Kampung Nelayan”. Semuanya mencirikan kehidupan masyarakat Maluku Utara

tomalau

"Ritual Foladomo akan menjadi atraksi menarik pada festival ini. Foladomo adalah ritual para nelayan di Tomalou, dengan meluncurkan perahu yang baru dibuat dari galangan ke laut," kata Saleh.

Prosesi ini memerlukan sejumlah Ngale, bahan yang dibutuhkan dalam ritual, mulai dari Boso Kene (belanga tanah liat) berisi nasi santan, Safra (telur goreng) dan telur rebus, Hono (mangkuk putih berisi air), Goroho Paha (minyak wangi racikan) dan lain-lain. Sebelum perahu didorong ke laut, seluruh awak akan berteriak “Greceleeee!”

Atraksi ritual Foladomo akan diikuti dengan pentas kolosal 290 anak nelayan Tomalou yang akan beratraksi di atas sampan dan menari di pesisir pantai Tomalou yang indah. Pertunjukan yang menghentak ini akan melibatkan anak-anak SMP, SMA dan sejumlah pemuda kampung.

Atribut-atribut nelayan seperti dayung dan jala ikan akan digunakan sebagai properti tarian yang mengesankan. Atraksi kolosal ini mengangkat tema “Menjaring Kekuatan di atas Sampan”.

Panggung utama festival berada di bibir pantai, yang juga nanti akan digunakan sebagai area menyantap kuliner lezat berbasis ikan. Penyajiannya menggunakan Sepe, wadah makanan dari tanah liat, yaitu kerajinan terkenal dari Pulau Mare.

Wisatawan juga dapat melihat atraksi sekaligus menikmat Sate Tuna sepanjang 500 meter, berlatar belakang Pulau Mare dan deburan ombak Laut Halmahera.

"FKNT 2020 akan dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Gubernur Maluku Utara, Sultan Tidore, Utusan Kedutaan Kerajaan Spanyol di Indonesia, Utusan Kedubes Portugal di Indonesia, Unsur Pimpinan Daerah di Maluku Utara, serta tamu kehormatan lainnya," tambahnya.

Kegiatan ini ditargetkan akan dikunjungi 5.000 wisatawan nusantara dan mancanegara yang terdiri dari jurnalis, fotografer, videographer, vlogger, blogger, divers, komunitas lokal dan nasional, pelaku ekonomi kreatif, akademisi, instansi pemerintah, masyarakat Tidore dan masyarakat Maluku Utara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini